Unggul Islami Enterpreneurship

Gelar Rakerda, IKA SKMA Pengda Sulsel Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Makassar Berkolaborasi

MI, Makassar - Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SKMA Pengurus Daerah (Pengda) Sulawesi Selatan menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) perdana. Rapat kerja berlangsung di Hotel Harper, Makassar pada Sabtu, 21 Desember 2024. 

Ada tiga agenda utama Rakerda di antaranya pengukuhan pengurus IKA SKMA Sulsel, sosialisasi asuransi dan penandatanganan MoU bersama BPJS Ketenagakerjaan, dan terakhir rapat kerja pengurus IKA SKMA Pengda Sulsel masa bakti 2024-2029.

Cuaca yang kurang bersahabat tak menghalangi peserta rakerda mendatangi ruang pertemuan Balla Lompoa I & II, Hotel Harper. Memenuhi undangan panitia yang dinahkodai La Ode Rohiman. Panitia telah bekerja keras, menyiapkan Rakerda dengan sepenuh hati. 

Peserta Rakerda cukup terbatas, yakni segenap pengurus, Dewan pertimangan Daerah Ika SKMA Sulsel, perwakilan alumni setiap UPT, dan tamu undangan. 


Ketua panitia menyampaikan laporannya pada pembukaan Rakerda. Pun Ketua IKA SKMA Pengda Sulsel terpilih menyampaikan arahan.

Selanjutnya, Pengurus IKA SKMA Pusat melantik pengurus IKA SKMA Pengda Sulsel masa bakti 2024-2029. Ahmad Bone, S HUT., M.Hut., Bidang Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan, menjadi perwakilan pengurus IKA SKMA Pusat. Ahmad kemudian membacakan naskah pengukuhan di depan barisan pengurus.

Ketua Kerukunan Alumni Sudiang juga memberi sambutan. "Saya menaruh harapan besar pada pengurus yang baru saja dilantik. Semoga hari ini, bidang-bidang dalam kepengurusan dapat menyusun program kerjanya. Saya harap pengembangan soft skill anggota menjadi salah satu program prioritas," tandas La Ode Kamaruddin, S.Hut.T., Ketua Kaerukunan Alumni Sudiang.

Selain itu, Kamaruddin juga memiliki harapan besar agar gagasan asuransi BPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi contoh bagi pengda lain.

Mansur, Kepala BPJS Cabang Bone, menjadi narasumber pada sesi sosialisasi asuransi. Ia memaparkan bahwa asuransi ketenakerjaan merupakan program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia untuk melindungi tenaga kerja dari resiko sosial yang dapat terjadi akibat pekerjaan. "Ada tiga macam perlindungan dalam program kami, di antaranya: jaminan keselamatan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua," terang Mansur.

Satu dua peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber untuk memperjelas sistem asuransi. Selanjutnya penandatangan MoU antara ketua  IKA SKMA Pengda Sulsel dengan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Makassar.

Pada sesi terakhir, rapat kerja pengurus digelar. Sebelumnya, pengurus menyepakati besaran iuran anggota berdasarkan kelas jabatan. Iuran sebesar 20 ribu sampai dengan 100 ribu rupiah. Iuran akan dipotong secara autodebit oleh bank kemudian akan ditransfer ke rekening Ika SKMA Pengda Sulsel. 

Setiap bidang kemudian mengusulkan 3 program prioritas pada rapat kerja. Karena itu setiap bidang kemudian melakukan musyawarah dengan anggotanya untuk menyusun program uggulannya.

Ada 10 bidang dalam kepungurusan organisasi ini di antaranya Bidang Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotan; Bidang Penelitian dan Pengembangan Organisasi; Bidang Komunikasi Strategis, Bidang Doktrin, Pendidikan dan Pelatihan; Bidang Pemberdayaan Anggota; Bidang Kehutanan dan Pelestarian Lingkungan; Bidang Pendanaan, Investasi dan Aset; Bidang Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat; Bidang Pengarasutaman Gender; Bidang Hukum dan Pengamanan Organisasi.

Pada akhir sesi, setiap bidang menyampaikan programnya, kemudian dilakukan pembahasan bersama untuk finalisasi.

"Saya berharap dengan tersusunnya program kerja setiap bidang, menjadi acuan kita bersama ke depannya. Mari kita saling mendukung untuk IKA SKMA lebih jaya..jaya..jaya..," tutup Irsal Mahmud, S.Hut., M.Si., Ketua Pengda IKA SKMA Pengda Sulsel.


Citizen report: Taufiq Ismail Al Pharepary - Alumni SKMA UP 2002

Baca Juga
Posting Komentar