Unggul Islami Enterpreneurship

Kolaborasi LPLHI Sulsel dan RQIQ Akan Gelar Bimtek Ponpes dan Masjid Ramah Lingkungan, Catat Tanggalnya

     Foto: Flyer/ IST


MI, MAKASSAR - Pondok pesantren di Indonesia merupakan “icon” pendidikan Islam yang telah terbukti mampu memberikan wajah dan nuansa politik, sosial, ekonomi, dan perubahan bagi masyarakat Indonesia. Dari pesantrenlah banyak bermunculan pelopor-pelopor pemimpin Islam yang bukan saja terbukti mampu menjadi pemimpin umat dan bangsa. 

Sedangkan Masjid merupakan tempat ibadah bagi Kaum Muslimin. Akan tetapi fungsi masjid tidak sekedar untuk tempat beribadah, namun dapat juga dipergunakan untuk tempat pembinaan dan Pendidikan yang menyangkut berbagai bidang untuk kemashlahatan Kaum Muslimin. Demikian halnya pondok pesantren yang merupakan Lembaga Pendidikan adalah pusat kegiatan untuk mengajarkan dan melatih komunitas. Di antara topik  pendidikan yang masih jarang disosialisasikan di Pondok Pesantren dan masjid-masjid adalah bagaimana Pondok Pesantren menjadi pelopor Pendidikan dan prilaku ramah lingkungan.

Di sinilah pentingnya para Pengelola Pondok untuk mengikuti kegiatan “Bimbingan Teknis Menuju Pondok Pesanren Ramah Lingkungan”, tanpa dipungut biaya alias GRATIS.

Guna menjawab uraian tersebut Lembaga Promosi Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) kerja sama Rumah Quran Ibnu Qudamah (RQIQ) Makassar menggelar Bimbingan Teknis. Mengusung tema "Bimbingan Teknis Menuju Pondok Pesanren Ramah Lingkungan”, pada 22 Februari 2025 secara hybrid (online dan offline). Kegiatan offline akan dilaksanakan di Kantor Pusdal LH Sulawesi Maluku (Eks P3 Suma), pukul.8.30 wita s/d selesai, peserta online akan dilaksanakan via Zoom Meeting.

Bimtek ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan wawasan kegiatan yang berorientasi ramah lingkungan di pondok pesantren agar dapat diimplementasikan, kemudian memberikan edukasi strategi untuk memperoleh biaya melalui pelaksanaan berbagai program dan kegiatan dan sebagai ajang silaturrahim bagi para pengelolan pondok dan masjid.

Bimtek ini mempunyai manfaat untuk meningkatkan kapasitas membangun lingkungan yang ramah lingkungan, mendapatkan pengakuan sebagai pesantren yang ramah lingkungan. Dari bimtek ini pun bermanfaat untuk bertukar pengalaman dalam membangun lingkungan yang ramah lingkungan, serta terimplementasinya konsep pesantren dan masjid ramah lingkungan.

Sebelum materi inti, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, SKM.,M.Si.,M.H terlebih dahulu menyampaikan welcome speech.

Berikutnya, Materi bakal disajikan oleh 4 orang narasumber yang berkompeten dibidangnya. 

Materi Konservasi dan Pengelolaan Air Limbah disajikan oleh Ust. Sudarwin (Salah seorang Pendiri Yayasan Cahaya Quran, Makassar. Pembina Rumah Quran Ibnu Qudamah).

Materi Produksi Sabun Cair dan Upaya Minimisasi Sampah bakal disajikan oleh Ust. Syamsudariadi Pendiri UMKM Ulga Agro dan W-Kling.

Materi Strategi fundraising menuju Pondok Pesantren Mandiri Keuangan dipaparkan oleh Ust. Chairul Shaleh (Pembina Yayasan Sahabat Quran Depok).

Materi Mengubah Sampah Organik Menjadi Uang Melalui Bisnis Magot dituturkan oleh Bapak Andi Muhammad Munawar (Pendiri Macca Organik).

Baca Juga
Posting Komentar