Edukasi DBT, Mahasiswa Agroteknologi UMMA Ciptakan MOL dan Kompos
MI, Maros -"Bertani adalah pilihan, maka menjadi petani yang sukses harus penuh perjuangan". Demikian narasi yang senantiasa dilontarkan oleh Ketua Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA) guna memotivasi setiap langkah Mahasiswanya.
Kutipan narasi tersebut, sejalan dengan kegiatan Praktikum Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) dan Kompos yang dilakukan oleh 13 orang semester 2 Mahasiswa Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA pada Kamis, 4 Juli 2024 di Kampus 2 UMMA.
Kegiatan praktikum lapangan ini merupakan bagian pembelajaran mata kuliah Dasar Budidaya Tanaman (DBT) yang dibimbing oleh Ibu Dr. Ir. Bibiana Rini Widiati Giono, M.P dan Ibu Dr. Andi Herwati, S.P. M.Si.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Dasar Budidaya Tanaman, Ibu Dr. Ir. Bibiana Rini Widiati Giono, M.P. mengemukakan bahwa bahan dasar komponen pupuk yang mengandung mikroorganisme banyak terdapat di lingkungan sekitar rumah, pasar , limbah rumah tangga Tidak hanya bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman namun juga dapat sebagai agen dekomposer bahan organik limbah pertanian yang dapat meningkatkan peran mikroorganisme tanah yang bermanfaat melalui peningkatan kandungan unsur hara didalam tanah dan mengefisienkan penyerapan unsur hara.
"Oleh karena itu Mahasiswa prodi Agroteknologi perlu melakukan praktek pembuatan MOL dan Kompos dengan memanfaatkan limbah buah buahan yang diperoleh dari pasar maupun limbah rumah tangga. Di harapkan Mahasiswa nantinya dapat memiliki keterampilan dan produktif," ungkap Ibu Dr. Rini, sapaan akrab Dosen Pengampu.
Salah satu Mahasiswa Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA, Putri Ayu Lestari menyebutkan bahan yang diperlukan dalam pembuatan Kompos, diantaranya : Daun kering, Limbah buah, Gula pasir, Em4, Air cucian beras, dan Pupuk kandang. Adapun bahan untuk pembuatan MOL yakni Limbah buah pepaya dan salak, Gula merah dan Air kelapa.
"Praktikum pembuatan MOL dan kompos ini menambah wawasan Mahasiswa tentang cara pembuatannya dengan memanfaatkan bahan sederhana, limbah rumah tangga dan mudah didapatkan," ucap Putri Ayu Lestari
Ketua Umum HIMAGRO FAPERTAHUT UMMA, Bung Aswadi Hamid mengungkapkan bahwa generasi millenial saat ini diharapkan mampu memberikan inovasi kreatif, ide-ide brilian dalam pembangunan dibidang Pertanian.
"Beban kerja petani semakin bertambah seiring dengan bertambahnya populasi manusia, sehingga diperlukan terobosan baru agar para generasi millennial saat ini berminat terjun langsung disektor pertanian dengan dasar keilmuan yang dipelajarinya," ungkap Bung Aswadi Hamid
Citizen report : Aswadi Hamid (Mahasiswa UMMA)



