Ora Perih Diuyahi, Yen Ora Tatu
Oleh: Nanang Diyanto St Baron OPINI -Pepatah Jawa ini sederhana, tetapi mengandung daya pantul yang kuat dalam kehidupan publik: ora perih diuyahi, yen ora tatu—tidak akan terasa perih digarami bila tidak ada luka. Ia bukan sekadar ungkapan, melainkan cermin batin: reaksi seseorang sering kali menunjukkan apa yang sedang tersembunyi di dalam dirinya. Dalam dinamika ruang publik hari ini, pepatah itu terasa semakin relevan. Tidak sedikit figur tampil lantang di hadapan publik—penuh percaya dir…
