Unggul Islami Enterpreneurship

Disdikbud Enrekang Masukkan Permainan Tradisional dalam Kurikulum


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang memasukkan 6 bidang yang dapat diajarkan dalam mata pelajaran muatan lokal. Diantaranya ada permainan tradisional.


Hal ini tertuang dalam SK Bupati Enrekang bernomor 564/Kep/VIII/2024 tentang Penetapan Penyelenggaran Muatan Lokal di Kabupaten Enrekang. 



Selain permainan tradisional juga masuk; seni budaya, prakarya, bahasa, teknologi, dan pertanian/perkebunan.


Mata pelajaran ini berdiri sendiri, dan sekolah dapat menambah beban belajar maksimal 2 jam pelajaran.


Ini merupakan bagian dari kurikulum merdeka, yang selama ini gencar dilaksanakan di Enrekang. 


Kadis Dikbud Enrekang Jumurdin berharap guru dapat memperkenalkan permainan tradisional kepada siswa-siswi.


Selain itu, penggunaan gawai/gadget secara berlebihan membuat siswa enggan bermain permainan tradisional. 


"Jangan sampai siswa-siswa kita lebih mengenal budaya dari luar daripada budaya dan kearifan lokal kita sendiri,” katanya.


Permainan tradisional di Enrekang diantaranya, gasing, enggrang, motor bambu, seni manca, panahan, dll. Sebelumnya, Dispopar rutin menggelar Festival Olahraga Tradisional yang memperlombakan permainan-permainan tersebut.


Baca Juga
Posting Komentar