Bisikan Rindu
Lama kupendam
Baru ku sadari kini aku tak sanggup
Tak mampu juga membuka meski beribu upaya paksa
Sudut hati terdalam ini terukir kata sederhana, mungkin baginya tak bermakna
Sebuah kata muncung barangkali telah usang
Tak berubah meski termakan waktu
Aku rindu, kupejamkan kedua bola mata ini, hanya wajah sang pujaan hati muncul, seakan ia melempar senyuman kepadaku
Terlintas sesaat inginku memburu pemilik senyuman itu
Namun sayang, ia semakin menjauh
Sudahlah aku tak bisa berpikir lagi, kepala ini seakan buntu
Dia bagaikan impian yang sirna, yang hingga akhir waktu aku tak mampu meraihnya
Telah kusimpan semua rasa dan gundah ini dalam hati
Mengadu kepada hujan kala petang
Beribu doa terpanjatkan dalam mimpi
Bisikan rindu padamu jua tak kunjung sirna



