Unggul Islami Enterpreneurship

Bukan Sekadar Alhamdulillah, Ini Makna Syukur yang Sebenarnya Menurut Menag Nasaruddin Umar


 MITRAINDONESIA, PAREPARE — Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Khutbahnya menyampaikan pesan penting tentang arti “Syukur” yang sebenarnya dan tingkatan-tingkatan Syukur.


Hal tersebut disampaikan pada Khutbah Jumat di Masjid Raya Parepare, pada Jumat (25/07/2025).


Dalam Khutbahnya, Nazaruddin Umar menyampaikan bahwa arti bersyukur Bukanlah ketika kita mendapat nikmat dari Allah SWT kemudian mengucapkan Alhamdulillah. 


“Kalau Kita dapat reski, Alhamdulillah, itu bukan bukan Syukur itulah Tahmid memuji kepada Allah” Kata Nazaruddin Umar.


Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa memuji kepada Allah SWT juga terdapat tingkatan-tingakatan yaitu Tamaddah, Tahmid, Syukur, dan Syakur.


“Kalau tidak sama dengan hati kita dan dimulut kita, mulutnya manis hatinya pahit itulah Tamaddah, Kalau sama antara hatinya dengan mulutnya itulah tahmid”. Ungkapnya.


Nazaruddin Umar kemudian mengingatkan bahwa Tahmid tidak cukup untuk mendapatkan karunia Allah SWT, tetapi harus dengan Syukur. 


Arti Syukur yang sebenarnya adalah ketika kita mendapatkan nikmat dari Allah SWT harus ada aksi nyata yang dilakukan seperti berbagi kepada anak yatim.


“Syukur itu ialah berbagi dengan apa yang dia dapat, ada diantara kita yang promosi jabatan, Alhamdulillah, itu baru tahmid belum syukur, teman-teman siang nanti saya saya teraktir berbagai kepada mereka yang berhalangan itulah syukur”. Jelasnya.


Terakhir, Nazaruddin Umar menyampaikan tentang tingkatan tertinggi dari Syukur yaitu apa yang disebut dengan Syakur.


"Syakur itu mensyukuri nikmat Allah tetapi juga mensyukuri yang lain apapun yang datang dari Allah disyukuri, kalau musibah yang datang disyukuri, penyakit yang datang dia syukuri, nikmat yang datang dia syukur”ungkapnya.

Baca Juga
Posting Komentar