Peringati HAKORDIA 2025, Civitas Akademika UMMA Gelar Seminar Pendidikan Antikorupsi
Mitraindonesia, Maros – Sebanyak 220 mahasiswa Universitas Muslim Maros (UMMA) memadati Gedung Baruga A Kantor Bupati Maros, Selasa, 9 Desember 2025.
Kehadiran ratusan mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (FAPERTAHUT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini bertujuan mengikuti Seminar Pendidikan Antikorupsi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Civitas Akademika UMMA ini digelar dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, mengusung tema "Satukan Aksi, Basmi Korupsi".
Seminar menghadirkan narasumber kompeten dari unsur praktisi dan akademisi, meliputi perwakilan Pengadilan Negeri Maros, Kejaksaan Negeri Maros, Polres Maros, serta Akademisi UMMA.
Koordinator Mata Kuliah Umum (MKU) UMMA, Dr. Ir. Bibiana Rini Widiati Giono, M.P., menjelaskan pentingnya pembekalan dini bagi mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian vital masyarakat dan pewaris masa depan harus terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Diharapkan dengan kompetensi dasar yang dimiliki, mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang menyuarakan kepentingan rakyat serta mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang koruptif," tegas Dr. Rini.
Komitmen senada disampaikan oleh pihak rektorat. Mewakili Plt. Rektor, Wakil Rektor 1 UMMA Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos., M.Si., mengungkapkan keseriusan institusi dalam pencegahan korupsi. Salah satu langkah konkretnya adalah menjadikan Pendidikan Antikorupsi sebagai mata kuliah wajib bagi setiap mahasiswa UMMA.
"Semangat bersama dalam pencegahan korupsi merupakan gerakan sosial yang mengharuskan peran mahasiswa untuk memperkuat pemerintah di setiap agenda pencegahan. Semoga ilmu dari seminar ini membangun komitmen dan kesadaran kita agar korupsi tidak tumbuh dalam sendi-sendi kehidupan," ujar Dr. Nurjaya.
Seminar ini dibuka secara resmi oleh Bupati Maros yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Maros, H. Amiruddin, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif strategis yang dilakukan oleh mahasiswa UMMA.
"Keterlibatan aktif mahasiswa menunjukkan bahwa perjuangan melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau pemerintah, tetapi tugas kolektif seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda," ucap Amiruddin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tema HAKORDIA 2025 sangat relevan dengan kondisi saat ini. Korupsi, menurutnya, tidak hanya merugikan negara tetapi juga merampas hak masyarakat atas pelayanan dan pembangunan yang merata.
"Dalam konteks daerah, upaya pencegahan korupsi adalah fondasi untuk membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas," pungkasnya.
Citizen Report: Aswadi Hamid (INAGRO22 UMMA)




