Unggul Islami Enterpreneurship

Songsong Ramadhan 1447 H, Majelis Tabligh PDM Enrekang Gelar Refreshing Muballigh

Enrekang, mitraindonesia.id -- Majelis Tabligh Pimpinan Daeran Muhammadiyah (PDM) Enrekang menggelar Refreshing Muballigh dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H di Masjid Nurul Haq, Baraka (Ahad, 8/2/2026) lalu.


Kegiatan yang sekaligus dirangkaikan dengan pengajian dihadiri oleh ratusan warga persyarikatan Muhammadiyah se Kabupaten Enrekang.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Enrekang, Muh. Husain Kamaruddin menyampaikan syukur atas terselenggaranya kegiatan refreshing muballigh yang merupakan kegiatan penting yang dinantikan oleh kader-kader dan simpatisan Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dengan terselenggaranya kegiatan ini. Tentu selain sebagai ajang silaturahim, kegiatan ini juga adalah momen penting dalam merefresh pengetahuan keislaman kita, apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H,” ujarnya.

Saya mengamati, para hadirin sangat antusias dalam menantikan paparan materi para narasumber dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Saya berharap kita bisa mengambil banyak faedah dalam kegiatan ini.

“Selamat kepada teman-teman dari Majelis Tabligh yang telah sukses mengawal kegiatan ini sehingga Refreshing Muballigh dan Pengajian ini bisa dilaksanakan dengan sangat baik,” ucap Husain.

Sementara tampil sebagai narasumber yakni Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag. yang membedah materi tentang Fiqhi Ramadhan dan Isu-Isu Kontemporer.

Selanjutnya narasumber kedua, yakni Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PWM Sulawesi Selatan, Lukman Abd. Shamad, Lc., M.Pd. yang membawakan materi tentang Fiqhi Dakwah dan Problematika Dakwah.

Dalam paparannya, Prof. Arifuddin menjelaskan bahwa Ramadhan bukan sekedar bulan ibadah ritual tetapi sejatinya menjadi “Sekolah Peradaban”.

“Puasa Ramadhan bukan sekedar imsak (menahan diri), tetapi puasa bertujuan membentuk manusia yang bertaqwa, beriman, ahli ibadah, dan berakhlaq serta mampu membangun peradaban,” katanya.

Puasa juga bukan hanya melatih hubungan vertical dengan Allah, tetapi latihan empati sosial. Saat kita lapar, seharusnya merasakan penderitaan orang miskin, terdorong untuk berbagi, dan menahan keserakahan.

“Bukanlah orang beriman itu yang kenyang sementara tetangganya kelaparan” (HR Al-baihaqi dari Ibnu Abbas), tambah Guru Besar UIN Alauddin Makassar.


Diakhir paparan, Prof. Arifuddin merekomendasikan 2 perkara penting yang wajib keketahui seorang muslim.

“Pertama, Ramadhan sebagai Madrasah yang bersifat tahunan perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya agar lebih fungsional. Kedua, Ramadhan, selain membentuk karakter yang dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan juga dalam rangka membangun peradaban berlandaskan risalah Islam berkemajuan,”.


Kegiatan Refreshing Muballigh juga dirangkaikan dengan pelantikan Drs. H. Lamir Dacing, M.Si. sebagai Mudir MBS Enrekang Periode 2026-2030. (*)

Baca Juga
Posting Komentar