Perkuat Kemampuan Komunikasi, Dinas Kesehatan Tana Toraja Gelar Pelatihan untuk Petugas Imunisasi
Mitraindonesia, Tana Toraja— Kabupaten Tana Toraja tercatat sebagai daerah dengan cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) terendah di Sulawesi Selatan, yakni hanya 43,06% pada tahun 2024. Di balik angka ini terdapat tantangan yang tidak semata bersifat logistik atau struktural, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan komunikasi petugas imunisasi.
Dalam banyak studi kasus, keraguan orang tua terhadap imunisasi dikarenakan karena orang tua tidak mengetahui manfaat imunisasi dan khawatir terhadap efek samping.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja berkolaborasi dengan dr. Mohammad Alief Iqra, peneliti dari Program Studi Magister Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menggagas pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP) berbasis metode Greet–Invite–Discuss (GID) Guideline bagi petugas imunisasi di seluruh puskesmas Kabupaten Tana Toraja. Pelatihan perdana diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026, dengan dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja dan Portal Kepemudaan Masyarakat Sehat (Portkesmas) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja.
Metode GID atau yang dikenal sebagai Gadjah Mada Guideline dikembangkan oleh Prof. dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D., Sp.KKLP bersama tim dari UGM, sebagai kerangka Komunikasi yang dirancang khusus untuk konteks budaya Asia Tenggara. GID terdiri dari tiga tahapan yang berkesinambungan: Greet (membangun hubungan awal yang hangat dan empatik), Invite (mengundang partisipasi aktif penerima edukasi untuk menyampaikan kekhawatiran), dan Discuss (memfasilitasi diskusi dua arah menuju pengambilan keputusan bersama). Dalam konteks edukasi imunisasi, pendekatan ini dinilai relevan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi yang selama ini menghambat keterlibatan masyarakat.
"Angka cakupan imunisasi pada kuartal 1 di tahun 2026 masih 15%. Tantangan cakupan imunisasi di Tana Toraja tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan logistik semata. Petugas imunisasi kami perlu dibekali keterampilan berkomunikasi secara empatik dan partisipatif, sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat Tana Toraja. Dengan metode GID, kami berharap setiap petugas imunisasi mampu membangun kepercayaan yang tulus dengan masyarakat, sehingga lebih banyak anak terlindungi melalui imunisasi lengkap." jelas Yosefina Rombetasik, S.Si, Apt, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja.
"Petugas imunisasi kami bekerja di garis terdepan, menghadapi langsung pertanyaan, keraguan, bahkan penolakan dari masyarakat. Selama ini mereka membutuhkan pendekatan komunikasi yang tidak hanya informatif tetapi juga mampu membangun kepercayaan. Pelatihan KAP berbasis GID ini hadir tepat waktu dan kami berkomitmen untuk mengintegrasikannya dalam penguatan kapasitas tenaga kesehatan di Tana Toraja," ujar Aldin, S.KM, M.Kes. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja.
Sebagai peneliti sekaligus fasilitator, dr. Mohammad Alief Iqra menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan intervensi nyata yang berakar dari kondisi lapangan.
"Angka 43,06 persen cakupan IDL Tana Toraja bukan sekadar statistik, itu adalah anak-anak yang belum terlindungi. Saya percaya bahwa banyak dari keraguan masyarakat sebenarnya bisa dijawab jika petugas kesehatan kita memiliki keterampilan untuk membuka ruang dialog yang aman dan empatik. GID memberikan kerangka secara terstruktur, berbasis bukti, dan sesuai konteks dengan budaya kita," ungkapnya.
Tentang Penelitian Ini
Penelitian berjudul "Evaluasi Pelatihan Komunikasi Antarpribadi (KAP) Berbasis Greet–Invite–Discuss (GID) Guideline pada Petugas Imunisasi di Kabupaten Tana Toraja" merupakan tesis Magister dr. Mohammad Alief Iqra pada Program Studi Ilmu Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK Universitas Gadjah Mada, di bawah bimbingan Prof. dr. Mora Claramita, MHPE., Ph.D., Sp.KKLP dan Prof. dr. Titi Savitri Prihatiningsih, M.Med.Ed., Ph.D.
Tentang Portkesmas
Portal Kepemudaan Masyarakat Sehat (Portkesmas) adalah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia. Portkesmas mengimplementasikan berbagai program edukasi kesehatan berbasis komunikasi yang praktis bagi tenaga kesehatan, guru, tokoh agama, dan Masyarakat. Peneliti dr.Mohammad Alief Iqra juga merupakan bagian dari Portkesmas, menjabat sebagai Spesialis Program Portkesmas.





