Unggul Islami Enterpreneurship

Tingkatkan Peran Penyuluh Kehutanan, BP2SDM Wilayah VI Gelar Temu Karya di Makassar


Mitraindonesia, MAKASSAR – Dalam upaya memperkuat kapasitas tenaga pendamping di sektor Kehutanan, Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah VI resmi menggelar kegiatan "Temu Karya Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan" pada Selasa, 28 April 2026. Bertempat di Hotel Harper Makassar, dengan mengusung tema "Optimalisasi Peran Penyuluh Kehutanan untuk Meningkatkan Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan".

Temu karya dihadiri 100 orang terdiri dari Penyuluh Kehutana se Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Instansi Kehutanan dan Pemangku Kepentingan.

Kepala Balai P2SDM Wilayah VI Makassar Kamaruddin, S.Hut. T, dalam sambutannya menegaskan bahwa temu karya penyuluh Kehutanan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh kehutanan, memperkuat sinergitas antar pemangku kepentingan, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mendukung pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.

Ia menuturkan karena perubahan tusi balai pada tahun 2025, yang sebelumnya fokus pada kegiatan diklat, sekarang bertambah dengan kegiatan penyuluhan kehutanan.

"Atas dasar perubahan tugas dan fungsi, maka acara temu Karya Penyuluh Kehutanan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini kami selenggarakan," ungkap Kamaruddin, S.Hut. T.

"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan Temu Karya Penyuluh Kehutanan selama dua hari ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kompetensi penyuluh kehutanan, memperluas wawasan, serta menjadi ruang berbagi pengalaman dan inovasi dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," sambung Kamaruddin.

Kepala BP2SDM Wilayah VI turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.

"Kami berharap melalui kegiatan ini akan terbangun sinergi yang semakin kuat, meningkatnya kapasitas penyuluh kehutanan, serta lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat diimplementasikan di wilayah kerja.Semoga memberikan manfaat besar bagi pembangunan kehutanan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat," pungkas dia.

Temu Karya penyuluh kehutanan meliputi Talkshow, Bimbingan teknis penghitungan nilai NTE dan pameran produk Kelompok Tani Hutan (KTH). Dan pada hari kedua akan dilaksanakan fieldtrip ke KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo, Kabupaten Pangkep.


Sambutan sekaligus membuka Temu Penyuluh Kehutanan se Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, drh. Indra Exploitasia, M.Si, menegaskan kegiatan Temu karya penyuluh ini sebagai sarana untuk meningkatkan Kapasitas SDM Penyuluh Kehutanan yang HEBAT sebagai Fondasi Pembangunan Ekonomi Kelompok Tani Hutan (KTH). 

Menurut Indra Exploitasia, nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang Penyuluh Kehutanan agar menjadi pribadi yang Handal, Empati, Berani, Adaptif dan Tangguh (HEBAT).

"Penyuluh kehutanan itu Handal, yakni dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan memegang komitmen. Kemudian Empati harus memiliki kepedulian, kepekaan, dan mau mendengarkan permasalahan masyarakat/kelompok, juga Berani mengubah mindset, serta berani mengambil keputusan dan terobosan yang lebih baik (out of the box). Selanjutnya, Adaptif, seorang penyuluh kehutanan mampu menyesuaikan metode, media, dan materi penyuluhan terkini dalam pendampingan KTH dan Tangguh, tidak mudah menyerah dan tetap produktif walau tantangan semakin berat," bebernya pungkas.

Dengan terlaksananya Temu Karya ini, BP2SDM Wilayah VI berharap kualitas pendampingan terhadap kelompok tani hutan di Sulawesi Selatan dapat meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya berkontribusi pada target nasional penurunan emisi dan peningkatan kesejahteraan warga sekitar hutan.

Baca Juga
Posting Komentar