Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Unhas Hidupkan Semangat Membaca Melalui Program NYALA di UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa
Mitraindonesia, Makassar--Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang bertugas di Desa Laguruda, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, melaksanakan program kerja NYALA (Nyaringkan Cerita, Lahirkan Literasi Anak) di UPT SD Negeri 36 Tonasa Parappa. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin, 27 Juli 2026 untuk siswa kelas I dan Selasa, 28 Juli 2026 untuk siswa kelas II.
Program NYALA merupakan salah satu upaya mahasiswa KKN dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini melalui kegiatan membaca nyaring yang interaktif, menyenangkan, dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membacakan buku cerita secara ekspresif dengan memanfaatkan intonasi, mimik wajah, serta gerak tubuh agar cerita lebih hidup dan mudah dipahami. Siswa juga dilibatkan secara aktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi selama proses membaca. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan, tetapi juga memperkaya kosakata, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta menumbuhkan minat baca anak sejak dini.
Suasana kelas berlangsung penuh antusias. Sejak awal kegiatan, siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap buku yang diperkenalkan. Mahasiswa KKN mengawali kegiatan dengan memperlihatkan sampul buku dan mengajak siswa mengamati ilustrasi untuk memprediksi isi cerita. Selama proses membaca, siswa diberi kesempatan menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga menceritakan kembali bagian cerita yang mereka pahami. Aktivitas tersebut menjadikan pembelajaran lebih hidup sekaligus melatih keberanian siswa dalam berkomunikasi.
Penanggung jawab program, Nur Amalia Azzahra, menjelaskan bahwa program NYALA tidak hanya bertujuan membacakan cerita kepada anak-anak, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga peserta didik terdorong untuk mencintai buku.
"Melalui kegiatan membaca nyaring, kami ingin membangun interaksi yang hangat dengan siswa sekaligus membantu mereka memahami isi bacaan melalui dialog sederhana selama kegiatan berlangsung. Harapannya, pengalaman ini dapat memotivasi anak-anak agar semakin akrab dengan buku, baik di sekolah maupun di rumah," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Desa Laguruda, Andi Andhika Tumenggung A., menyampaikan bahwa pelaksanaan program NYALA merupakan wujud komitmen mahasiswa dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar.
Menurutnya, pembiasaan membaca sejak kelas awal merupakan fondasi penting bagi perkembangan kemampuan belajar anak pada jenjang berikutnya. Oleh karena itu, kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk terus membaca dan mengeksplorasi berbagai pengetahuan melalui buku.
Secara terpisah, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum, selaku Dosen Pendamping KKN (DPK), menilai bahwa kegiatan membaca nyaring merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem literasi di sekolah dasar.
"Budaya membaca perlu ditanamkan melalui aktivitas yang menyenangkan, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan anak. Keterlibatan mahasiswa dalam menghadirkan ruang belajar yang interaktif dapat menjadi stimulus bagi tumbuhnya minat baca sekaligus memperkuat kemampuan anak dalam memahami informasi, berpikir kritis, dan berkomunikasi sejak usia dini," tuturnya.
Melalui program NYALA, mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap kegiatan membaca nyaring tidak berhenti sebagai agenda selama masa pengabdian, melainkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah untuk terus menghadirkan kegiatan literasi yang berkelanjutan.
Sinergi antara mahasiswa, guru, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat budaya membaca sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang gemar belajar, kreatif, serta memiliki kemampuan literasi yang semakin baik.
Versi ini dibuat lebih ringkas, menghindari pengulangan, memperbaiki alur antarparagraf, serta menggunakan gaya bahasa yang lazim dipakai dalam rilis berita universitas maupun media daring.



