Hadiri Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, Nur Ibnu Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Pemerintah Desa
Mitraindonesia, MAKASSAR — Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Jeneponto, Nur Ibnu, S.H., mendampingi Kepala Desa Beroanging dalam kegiatan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang digelar pada 21–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.
Kehadiran Nur Ibnu dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dijalankan oleh tim BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (UNM), dengan Desa Beroanging sebagai desa mitra pemberdayaan.
Dalam kesempatan itu, Nur Ibnu menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang berkolaborasi dengan masyarakat dalam menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata. Ia menegaskan bahwa program semacam ini perlu terus didukung dan dikembangkan agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan, bahkan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan masyarakat merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Peran mahasiswa tidak semestinya terbatas pada aktivitas akademik di lingkungan kampus, tetapi juga perlu diwujudkan melalui pengabdian langsung yang mampu menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh adik-adik mahasiswa di Desa Beroanging. Program seperti ini perlu dilanjutkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Saya juga melihat bahwa mahasiswa bisa turun langsung ke masyarakat dan memberikan dampak nyata, bukan hanya sekadar demonstrasi dan turun ke jalan, tetapi juga hadir membawa solusi melalui pengabdian dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Nur Ibnu, S.H.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan keberlanjutan program setelah berakhirnya pelaksanaan PPK Ormawa. Untuk itu, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar berbagai inisiatif yang telah dirintis dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Desa Beroanging sendiri menjadi mitra pelaksanaan PPK Ormawa oleh tim BKMF Sinapsis UNM melalui program peningkatan kesehatan masyarakat yang diwujudkan dalam Baruga Sipakatau berbasis Local Digital Health Center Beroanging. Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong peningkatan derajat kesehatan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Keikutsertaan Desa Beroanging dalam Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan. Dukungan berbagai pihak diharapkan mampu memastikan bahwa program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sementara, melainkan berkembang menjadi inisiatif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui dukungan para pemangku kepentingan dan kolaborasi yang berkesinambungan, program pemberdayaan di Desa Beroanging diharapkan dapat terus berkembang serta menjadi contoh praktik baik kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.
Dengan demikian, pengabdian mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan program akademik, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, dan memperkuat kesejahteraan warga.



