UNTAD Dorong Kreativitas Guru SD lewat Pelatihan Batik Shibori
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan program pelatihan pengembangan bahan ajar seni rupa Sekolah Dasar (SD) berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) melalui teknik batik Shibori bagi guru-guru SD Inpres Bumi Sagu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar seni rupa yang kreatif, inovatif, dan kontekstual melalui pemanfaatan teknik batik Shibori.
Bertempat di SD Inpres Bumi Sagu, kegiatan pengabdian ini dikemas dalam bentuk sosialisasi, diskusi, serta pelatihan dan praktik langsung pembuatan karya seni rupa menggunakan teknik batik Shibori. Melalui kegiatan ini, para guru diperkenalkan pada pendekatan pembelajaran berbasis STEAM yang mengintegrasikan unsur sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dalam proses pembelajaran. Teknik batik Shibori dipilih sebagai media pembelajaran karena dapat mendorong kreativitas, eksplorasi warna dan pola, serta pengembangan keterampilan motorik dan imajinasi peserta didik.
Ketua Tim Pengabdi Universitas Tadulako, A. Rahmaeni M., menjelaskan bahwa program pengabdian ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan bahan ajar seni rupa yang lebih menarik dan inovatif. Penerapan pendekatan STEAM melalui teknik batik Shibori diharapkan dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, mendorong kreativitas siswa, serta menghubungkan pembelajaran seni rupa dengan berbagai disiplin ilmu secara terpadu.
Dalam pelaksanaannya, Tim Dosen Universitas Tadulako yang terdiri atas A. Rahmaeni M. selaku ketua tim, bersama anggota Dr. Andi Imrah Dewi, S.Pd., M.Sn., Kadek Hariana, M.Pd., dan Ryan Andhika, M.Pd., berkolaborasi dalam memberikan materi, pendampingan, serta praktik pengembangan bahan ajar kepada para guru peserta. Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan secara optimal, mulai dari pengenalan konsep pembelajaran STEAM hingga penerapannya dalam pembuatan karya seni rupa dengan teknik batik Shibori.
Para guru SD Inpres Bumi Sagu diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Melalui pelatihan ini, guru tidak hanya memperoleh keterampilan dalam mengolah kain menggunakan teknik Shibori, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk merancang bahan ajar seni rupa yang mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta keterampilan kolaborasi peserta didik.
Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Universitas Tadulako dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya melalui penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran seni rupa berbasis STEAM. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru SD Inpres Bumi Sagu mampu mengimplementasikan bahan ajar seni rupa yang inovatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar.



