Esai: Kopi Terenak di Dunia
Oleh : Muhammad Iqram Asnil
(Mahasiswa Magister "PPI Belgia" , Alumni Biologi Unhas)
Yeayy sabtu pagi telah tiba. Sambil sarapan pagi dengan roti piccolo hangat khas Flanders dan ditemani secangkir espresso.
“Iqram, what are you gonna do today?” tanya tuan rumah. “Hmm..” jawabku ragu.
“I’ll give a free guided tour today” pungkasnya memotong ucapanku. Tanpa banyak bicara, kami berangkat menyusuri sudut kota Ostend. Sambil mengayuh, dari kejauhan tercium aroma wangi kopi yang disangrai, semakin mendekat baunya semakin semerbak.
“Iqram, this is the main reason I’m taking you around” sambil menunjuk ke arah toko kopi.
Sepeda terlipat, digembok dan dibiarkan di bahu jalan. Melangkah masuk, disambut aroma kopi nan khas, membuatku semakin penasaran dengan toko kopi kecil di sudut jalan yang dibangun Napoleon ini.
Karung goni berisikan kopi berserakan bak di gudang penyimpanan. Drum-drum khusus penyimpanan kopi pasca sangrai tertumpuk rapi di sudut ruangan. Ember kecil berisikan biji kopi segar yang dicampur dari berbagai macam negara siap ditumpahkan ke mesin. Mesin penyanggrai kopi yang dibuat tahun 1950 dengan sentuhan teknologi komputer senantiasa memekik memutar dan memanggang biji kopi segar, menghasilkan kopi sangrai yang istimewa.
Begitulah situasi di dalam toko kecilnya Marc Lams, coffee roaster terbaik di Belgia. KALOSI, tampak tulisan itu jelas tercetak di karung goni, “seriously” ungkapku penasaran.
Si roasting master pun keluar, seraya menyambut kami “Hey, bla bla bla”. Melihatku menunjuk tulisan di karung itu, “ yeah that’s Java coffee”, jawabnya. “Bukaannn” jawabku terang.
Meskipun belum menjadi pecinta kopi, tapi geografi-ku lumayan bagus jadi saya tahu kalosi itu bukan di Jawa.. Dia tampak kebingungan. Sembari mengajak kami menyeruput secangkir espresso buatannya, dia mencari lembaran data keterangan dari kopi kopi yang dibelinya.
“Here, it says Java Kalosi” sambil menunjukkan faktur pembeliannya.
Dengan percaya diri saya menjelaskan geografi Indonesia, dan meyakinkannya kalau kopi kalosi itu dari Enrekang, Sulawesi Selatan.
“Dimana pun itu asalnya, sebagai coffee roaster saya cuman mau bilang kopi Kalosi adalah yang terbaik diantara semua yang pernah saya coba” pungkasnya. (*)



