Unggul Islami Enterpreneurship

P3E Sulawesi dan Maluku Terima Kunjungan Kerja Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar


MI, MAKASSAR- Sektor lingkungan hidup sebagai pilar kantor berbudaya lingkungan hidup mencakup berbagai inisiatif dan praktik yang mendukung keberlanjutan dan perlindungan lingkungan dalam membangun paradigma, etika dan perilaku kehidupan individu yang beraktivitas di dalam kantor untuk menjaga terciptanya lingkungan bersih, indah, nyaman dan menyehatkan.

Berkoloborasi dalam bekerja berdampak untuk menciptakan pola budaya bersih, budaya hemat sumber daya sekaligus mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Pimpinan P3E Sulawesi dan Maluku KLHK dan jajaran bersama pengurus Dharma Wanita Persatuan P3E Suma  menerima kunjungan kerja dari Kantor Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar pada Rabu, 29 Mei 2024.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar, dr. lmran Agus Nurali, Sp.KO bersama rombongan. Pertemuan membahas pertukaran informasi  dan pengalaman serta pembelajaran terkait Program Kantor Berbudaya Lingkungan atau Eco-Office  yang telah dijalankan di Kantor P3E Sulawesi dan Maluku.

Dalam sambutannya, Plt.Kepala P3E Suma, Ir.Jusman mengungkapkan bahwa Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku ini mencakup 6 region di wilayah Provinsi dengan jumlah 102 Kabupaten/ Kota.

"Tentunya sangat kompleks tantangan kerja kita yang terbentang begitu luas. Pola kerja saat ini dengan pendekatan yang harus saling terintegrasi," ujarnya.

"Kedepannya kita bisa saling sharing, saling berkoloborasi, untuk lingkungan yang lebih baik dan  terjaga dalam kehidupan masyarakat," pungkasnya.


Sementara itu,  Kepala Bagian Tata Usaha P3E SuMa KLHK, Dr.Azri Rasul menjelaskan tujuan dari Eco office adalah merubah perilaku seluruh pegawai agar sadar dan  bertanggung jawab terhadap lingkungannya, terutama pada lingkungan kerjanya. Melalui tindakan nyata penghematan penggunaan sumber daya, seperti: Penghematan penggunaan sarana prasarana perkantoran. "Antara lain menerapkan pengurangan sampah plastik dan penghematan kertas , Penghematan energi listrik, air dan penghematan energi fosil atau BBM pada kendaraan serta melakukan pengelolaan sampah perkantoran," rincinya.

Diutarakan lebih lanjut, adapun garis-garis besar program aksi Eco office di area dalam gedung, meliputi pengurangan sampah; penghematan air; penghematan energi listrik; penghematan kertas; mengurangi pemakaian plastik,botol plastik hingga kantong plastik serta menggunakan tumbler; eco-snack dan eco lunch saat melakukan pertemuan.

"Sementara pada wilayah luar gedung, meliputi;  sarana eco parking lot; apotik hidup;  mini arboretum; instalasi pengolahan air limbah; pondok ramah lingkungan; pemanenan air hujan (rain water harvesting), eco educational park, lubang biopori; lampu tenaga surya;  sarana pengomposan sampah  dan Bank Sampah,"pungkasnya.

Disela-sela pertemuan tersebut, dilaksanakan  juga kunjungan lapangan sekaligus tanya jawab   terkait program kantor berbudaya lingkungan  (eco office) yang telah dijalankan selama ini.

Adapun sarana prasarana yang dikunjungi;  Bank Sampah Unit P3E SuMa KLHK, instalasi pemanenan air hujan, instalasi pengolahan air limbah, sarana pengomposan, pondok ramah lingkungan, lubang biopori, taman educational park, pencucian mobil ramah lingkungan, eco parking lot dan sebagainya.


Sumber berita: Humas P3E Sulawesi dan Maluku

Baca Juga
Posting Komentar