Unggul Islami Enterpreneurship

UNIMEN Gelar Seminar Nasional Bela Palestina

Enrekang -- Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN gelar Aksi Bela Palestina dengan mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Membaca Masa Depan Palestina dalam Tinjauan, Sejarah, Teologi, Pendidikan, dan Ekonomi”. Acara ini merupakan rangkaian dari acara serupa yang digelar serentak oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional Bela Palestina - Aula Kampus I UNIMEN (7/5/2024)

Acara berlangsung di Aula Kampus I UNIMEN, Jl. Jend. Sudirman, Galonta, Enrekang, Selasa (7/5/2024). Pada awalnya format acara dengan melakukan aksi damai di jalan, diiringi dengan orasi, namun karena sedang musim hujan, dan Enrekang masih dalam suasana recovery pasca banjir bandang dan tanah longsor sejak satu minggu lalu, sehingga acara dilakukan dengan format seminar sekaligus diskusi berbagai isu dengan merujuk pada tema di atas.

Tampil sebagai pembicara adalah para akademisi UNIMEN antara lain Dr. Ilham Kadir, dosen sekaligus sebagai Pimpinan Baznas Enrekang, Dr. Yunus Busa, mantan Rektor UNIMEN dan Baharuddin, MM dosen dan Pimpinan Baznas Enrekang. Kegiatan ini dipandu oleh Muh. Husain Kamaruddin, M.Pd.I selaku Wakil Rektor III UNIMEN yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Enrekang. Para peserta adalah seluruh civitas akademika UNIMEN.

Menurut Ilham, ada beberapa poin penting menjadi alasan kenapa ummat Islam harus membela Palestina.

“Pertama, sebagai bumi yang diberkahi, dimana di Palestina terdapat Masjid Al-Qasha, kiblat pertama umat Islam,” kata Ilham yang juga Pimpinan Baznas Enrekang ini di Aula Kampus 1 Unimen, Jalan Jenderal Sudirman, Galonta, Enrekang.

Poin kedua, Islam secara jelas dan tegas memerintahkan ummatnya untuk mengunjungi Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsha.

Ketiga, jika Kakbah, Masjid Nabawi, dijaga langsung oleh Allah, maka Masjid Al-Aqsha diberikan penjagaannya kepada ummat Islam.

“Keempat, sebagai medan jihad, dengan adanya Palestina secara umum, dan Al-Aqsha secara khusus menjadi medan jihad jiwa dan harta bagi umat Islam,” terang Imam Masjid Pasar Enrekang ini.

Kegiatan diakhiri dengan Pembacaan Pernyataan Sikap dari Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang mengutuk tindakan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina. (*)
Baca Juga
Posting Komentar