Unggul Islami Enterpreneurship

Wujudkan Generasi Muda Peduli Lingkungan, KLHK Dukung GYM


MI, MAKASSAR-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendukung terciptanya green generation untuk mewujudkan generasi muda peduli lingkungan yakni Green youth Movement Angkatan 2 Tahun 2024. 

GYM tahun ini mengusung tema, yakni "Memfasilitasi Tumbuhnya Generasi Muda sebagai pelopor dan Duta penyelamat Lingkungan Hidup dan Kehutanan". 

Green Youth Movement (GYM) merupakan program pendidikan dasar gerakan lingkungan hidup yang menyediakan wadah bagi para generasi muda yang bertukar pengetahuan dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup.

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah, dalam hal ini Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi memfasilitasi kegiatan Green Youth Movement (GYM) angkatan kedua secara daring (online). Kegiatan sendiri berlangsung selama satu pekan, Senin s.d Jumat, 15-20 Juli 2024.

Melalui ruang zoom, Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutan tertulisnya mengatakan, pendidikan Green Youth Movement Angkatan kedua tahun 2024, bahwa generasi muda Indonesia memiliki perhatian dan tanggung jawab besar untuk menyelamatkan lingkungan hidup hari ini dan masa depan, dan sebagai inisiatif gerakan kaum muda dalam upaya perbaikan lingkungan hidup secara nasional di Indonesia. 

"Di antara banyaknya gerakan kaum muda yang luar biasa, Green Youth Movement memegang peranan penting dalam memperluas tindakan nyata mengatasi ancaman nyata kerusakan lingkungan. Pada level dunia, kita juga telah menyaksikan kaum muda merespon perubahan iklim dan kerusakan lingkungan secara masif sejak beberapa dekade terakhir. Pemuda sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan, sudah membunyikan alarm gerakan hijau di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia," jelas Menteri LHK. 

Siti Nurabaya menandaskan, pendidikan Green Youth Movement Angkatan Kedua ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi remaja setingkat Sekolah Menengah Atas di seluruh penjuru tanah air Indonesia untuk belajar tentang cara melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara lebih bijak dan berkelanjutan. 

"Kegiatan ini merupakan sebuah langkah yang sangat positif dan tepat untuk membangun kepedulian dan aksi nyata generasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan hidup," lanjutnya.

"Hari kemarin adalah sebuah cerita, hari ini adalah sebuah karya, dan esok akan menjadi mimpi indah bagi kaum muda Indonesia dalam menyongsong perubahan positif pada perbaikan lingkungan hidup kita," kata orang nomor satu di KLHK ini. 

Menteri Siti mengingatkan bahwa, Green Youth Movement merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan mimpi ini. Pendidikan Green Youth Movement akan menjadi wadah kolaborasi bagi para Green Ambassador di seluruh Indonesia, bertukar cerita dan pengetahuan dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan berpegang pada nilai keadilan sosial dan keadilan ekologis dalam balutan wawasan kebangsaan, rasa cinta tanah air dan bangsa. Pola Pendidikan seperti ini sangat baik dan sejalan dengan upaya pemerintah dan masyarakat dalam menyiapkan para pemimpin baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional yang aktif berjuang menyelamatkan bumi, termasuk berjuang dalam mewujudkan keadilan iklim, sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap upaya melindungi tumpah darah dan segenap bangsa sesuai tujuan nasional kita. 

Melalui sambutan tertulisnya, Menteri LHK Siti Nurbaya menjelaskan, Kementerian LHK sejak awal mendukung berbagi inisiatif yang  melibatkan partisipasi generasi muda secara bermakna. Salah satunya dengan memberi dukungan penuh terhadap Pendidikan Green Leadership Indonesia dan Pendidikan Green Youth Movement yang melahirkan Green Ambassador. 

Pada tahun 2023, bersama ratusan Simpul Belajar dari seluruh Indonesia, kita telah melantik 1.992 Green Ambassador dari 1.068 sekolah di 34 provinsi yang hari ini telah melakukan banyak kerja-kerja inisiatif di lingkungan tempat tinggal maisng-masing. 

Lanjut Siti menjelaskan, Pemerintah cq. KLHK juga telah memberikan kesempatan kepada dua orang Green Ambassador untuk mengikuti agenda konferensi perubahan iklim COP 28 di Dubai. Sebuah apresiasi kepada Green Heroes untuk menyampaikan cerita baik yang telah dilakukan di lingkungannya kepada dunia. 

"Saya juga menerima informasi tentang meluasnya gerakan hijau oleh Green Ambassador di Aceh, Bali, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Papua, NTB, dan banyak tempat lainnya. Inisiatif Green Ambassador untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup seperti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terlibat aktif pada kegiatan aksi bersih dan penanaman serentak serta kegiatan-kegiatan lainnya," ujar Siti Nurbaya.

"Saya sangat percaya keterlibatan Generasi Muda Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim akan memberikan inspirasi dan daya dorong bagi negara-negara lain untuk juga  bertindak lebih sungguh-sungguh dalam menurunkan emisi dan menjalankan seluruh kesepakatan internasional yang telah dibuat dengan lebih cepat dan signifikan," katanya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 70% kaum muda sangat peduli terhadap isu perubahan iklim. Sejalan dengan perhatian kaum muda terhadap isu lingkungan, banyak negara di dunia telah melibatkan orang muda dalam dialog kebijakan, dan memiliki kesadaran tentang pelibatan orang muda dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif serta inovatif terhadap tantangan lingkungan saat ini. Isu keanekaragaman hayati dan ekowisata pun tidak luput dari minat para generasi muda. Menurut survei MDPI, sebanyak 94 dari 188 siswa/i menyukai isu keanekaragaman hayati.

"Orang muda ini tentu akan menjadi nyala api yang terang dan dapat membawa harapan dimana bumi dapat melewati krisis ini dengan selamat. Kita memiliki keyakinan bahwa generasi muda peserta GYM memiliki dan dapat memelihara sikap optimis atau yang biasa disebut Climate Optimism, yaitu mengakui kemajuan yang sudah dibuat dalam menghadapi perubahan iklim, dan mengakui ada tantangan yang dihadapi. Pendidikan GYM ini fokus pada solusi yang menginspirasi generasi muda untuk ikut serta dalam upaya penanganan lingkungan," harap Menteri Siti.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi alam termasuk bahari yang luar biasa. Dalam upaya menjaga dan melestarikan seluruh kekayaan yang kita miliki, Indonesia terus berkomitmen dalam upaya kolektif global untuk alam. Upaya ini tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC) pada tahun 2016 dengan tujuan dan agenda-agenda  konkret pemulihan lingkungan hidup yang kemudian ambisi  tersebut diperbarui pada tahun 2021 melalui Updated NDC kemudian dipertegas kembali dengan Enhanced NDC pada tahun 2022. Melalui komitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89%, targetnya Indonesia akan dapat mereduksi emisi setidaknya 915 Mton CO2 equivalent sesuai dengan skenario CM1. 

Hal ini akan lebih meningkat nilainya jika nantinya sesuai dengan CM2 yakni penurunan sebesar 43,20% dengan reduksi emisi sebesar 1.240 Mton CO2 equivalent. Tujuan besar ini akan dapat terwujud dengan sebanyak 65 juta anak muda Indonesia secara bersama-sama melakukan langkah serius dalam upaya perbaikan lingkungan hidup ke arah yang lebih baik.

Green Youth Movement diharapkan dapat menjadi wadah dalam memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan. Pendidikan Green Youth Movement pun dilaksanakan dengan harapan atas hal-hal berikut:

1. Memfasilitasi generasi muda untuk membangun jaringan dan berbagi cerita serta bertukar pengalaman terhadap pengelolaan lingkungan hidup sedari awal termasuk atas berbagai keragaman kekayaan bumi kita dan kebudayaan bangsa yang kita. Ini sekaligus mempertegas dan memperkuat rasa cinta tanah air dan cinta bangsa yang menjadi kebutuhan bagi keberlangsungan kehidupan bernegara secara baik. 

2. Meningkatkan pemahaman serta pengetahuan tentang penyelesaian masalah lingkungan di tingkat tapak. Memperkaya artikulasi dan menumbuhkan semakin banyak inistaif yang sangat diperlukan oleh negara dan bangsa kita yang sangat luas wilayahnya dan dalam jumlah besar populasinya. 

3. Meningkatkan pengetahuan mengenai isu-isu lingkungan hidup secara aktual yang timbul dari berbagai kondisi yang ada, tantangan keragaman geografis wilayah, tantangan kelola kekayaan alam dan tantangan mengatasi dampak lingkungan serta dampak iklim dan tantangan terhadap penetrasi asing yang  masuk secara tidak proposional dan tidak tepat dalam ukuran menurut dasar-dasar kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat sebagaimana yang kita miliki sebagai bangsa dan telah diatur dalam konstitusi bernegara Indonesia. 

4. Mempersiapkan Green Ambassador sebagai influencer positif gerakan lingkungan hidup, yang responsif, sensitif dan kreatif dan kadang mungkin juga pada kondisi tertentu menjadi intuitif-imajinatif. 

Dalam rangkaian kegiatan pendidikan Green Youth nMovement, para Green Heroes nantinya akan melewati proses belajar in-class selama 6 hari dan mentoring pendalaman isu dan skill bersama kakak-kakak hebat alumni Green Leadership Indonesia. Setelahnya akan dilakukan pendampingan untuk para Green Heroes sebelum dilantik menjadi Duta Hijau atau “Green Ambassador”.

"Saya mengajak agar bisa memanfaatkan kesempatan ini sebagai sebuah momen penting untuk memperkuat diri menjadi well-equiped, memperluas relasi, berdiskusi, dan kolaborasi dalam upaya menyelamatkan lingkungan hidup Indonesia dari tempat masing-masing," ujar Menteri LHK. 

"Persoalan lingkungan hari ini tidak akan selesai jika hanya berfokus pada siapa harus melakukan apa. Kita perlu memastikan setiap orang di negeri ini dapat bergotong-royong untuk menciptakan lingkungan yang adil bagi manusia dan alam. Maka, berikan perhatian penuh pada kesempatan ini, dan teruslah menjadi pemimpin muda yang penuh dengan harapan dan karya besar untuk masa depan," pungkas Menteri LHK, Siti Nurbaya.

Adapun peserta yang hadir sebanyak 30 orang Siswa-Siswi, dari masing-masing perwakilan SMK Negeri 9 Makassar, SMK Darussalam Makassar, SKM Penerbangan Tekno Terapan Makassar.

Baca Juga
Posting Komentar