Unggul Islami Enterpreneurship

P3E Sulawesi dan Maluku Apresiasi Gelaran Penyuluhan Lingkungan Bersama IIP BUMN dan klikhijau


MI, Makassar-Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku mengapresiasi kegiatan Penyuluhan Lingkungan dan Gerakan Indonesia Bersih yang digagas oleh Ikatan Istri Pimpinan BUMN  (IIP BUMN - KORWIL D) dan klikhijau ini. Kegiatan dilaksanakan secara terbuka di Lapangan Bitowa Antang Kecamatan Manggala pada Selasa, 6 Agustus 2024.

Kegiatan yang digelar bersama Ikatan Istri Pimpinan BUMN  (IIP BUMN - KORWIL D) dan klikhijau itu mengusung tema "Penyuluhan Lingkungan dan Gerakan Kelola Sampah Berbasis Warga sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim".

Kepala Bidang Fasilitasi P3E Sulawesi dan Maluku, Suwardi M.Si yang hadir dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bagus, khususnya dalam rangka melakukan edukasi kepada Masyarakat terkait dengan pengelolaan dan cara menangani sampah.

Perhelatan ini bertujuan terhadap kontribusi langsung gerakan pengurangan timbulan sampah dalam masyarakat yang berbasis pada keterlibatan multi stakeholders. sehingga berdampak nyata dalam peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat.


"Terpenting adalah perubahan mindset terkait dengan sampah, bahwa sampah bukan sesuatu yang tidak berguna  tetapi sebagai sumber daya (ekonomi). Perubahan perilaku masyarakat, terutama kesadaran (awareness). untuk mengurangi, memilah, mengolah, memanfaatkan sampah belum masif dilakukan, inilah penyebab banyaknya timbulan sampah," ungkap Kabid Fasilitasi yang hadir mewakili Kepala P3E Suma, Dr.Mini Farida.

Lanjut Suwardi, aspek penting dan menjadi parameter kunci adalah  bagaimana perubahan paradigma dan mindset. Paradigma lama dalam pengelolaan sampah yaitu kumpul-angkut-buang (and of pipe/berakhir di TPA) menjadi paradigma baru yaitu pilah angkut olah.

Lebih rinci, diungkapkannya menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN)  KLHK, terdapat

68 juta ton produksi sampah pertahun. Sebanyak  69% sampah ditimbun di TPA, 10% dikubur, 7% dikompos/daur ulang, 7% tidak dikelola dan 7% dibakar. Dari hasil penelitian bahwa 72% masyarakat tidak sadar dan tidak peduli sampah.

"Berdasarkan penelitian, setiap orang  dapat menghasilkan sampah sekitar 3 (tiga) Liter atau 2,5-3 kg/org/hr. Di jumlah tersebut berapa banyak sampah yang kita hasilkan  setiap harinya. Hal yang kecil tapi bisa berdampak besar bagi kehidupan hingga kesehatan kita," jelasnya. 

Untuk itu, ada beberapa praktek  edukasi praktis tentang sampah, antara lain; Gaya hidup minim sampah (green life style), mengurangi kemasan minuman dengan memakai tumbler, menggunakan produk bahan daur ulang, membawa wadah makanan sendiri, mengurangi penggunaan  kantongan plastik saat berbelanja, dan lain-lain," tambahnya.

Selain itu, pada 2023-2025 Pengunaan plastik meningkat mencapai 30%, Hal inilah urgensinya dilakukan pembatasan, termasuk memilah sampah dari rumah dan kantor

Lewat Bank Sampah Unit disekitar kita. Sektor sampah organik juga menyumbang timbulan sampah. Pada data SIPSN, beberapa Kab/Kota sekitar 50-60% sampah dari sisa-sisa makanan yang masuk TPA. Cara menguranginya adalah melalui metode pengomposan komposter, ecoenzym hingga takakura.

"Mengingat kebijakan untuk zero waste zero emmision (ZWZE); Tahun 2025 seluruh TPA di Indonesia dikelola secara Control/ Sanitary Landfill dengan memanfaatkan gas metannya. Sehingga tak ada pembangunan TPA yang baru pada Tahun 2030, dan tak ada lagi pembakaran liar TPA di TAHUN 2031. Serta penguatan pemilahan sampah dari sumber dan optimalisasi sampah dari sumber dan mengoptimalkan  keberadaan Bank Sampah," pungkasnya.

Senada hal tersebut,  Ketua  Ikatan Istri Pimpinan (IIP BUMN) Korwil D, Poppy Jarot Setiawan menuturkan bahwa, kita semua menyadari, baik dari angka dan yang kita alami di sekeliling kita, masalah lingkungan dan perubahan iklim telah menjadi tantangan besar yang harus kita hadapi bersama. 

"Pemerintah telah meluncurkan berbagai program dan inisiatif untuk mengurangi timbulan sampah, namun keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. 

Oleh karena itu, IIP-BUMN merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam upaya ini melalui kegiatan penyuluhan lingkungan yang melibatkan multi-stakeholder dan berbagai pihak hingga ke tingkat tapak sebagai pelaksana teknis," terang Poppy.

Diungkapkannya bahwa secara khusus kami hadir di Kota Makassar sebagai salah kota besar di Indonesia, dan memilih Kecamatan Manggala sebagai titik kegiatan, Berbagai data dan pemberitaan bahwa Kecamatan Manggala adalah lokasi tumpuan akhir sebagian besar sampah dari berbagai titik di kota besar ini. Data yang kami peroleh pun cukup fantastis, yang menyebutkan ada 1000-an ton lebih, sampah yang diangkut menuju TPA Tamangapa setiap harinya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan ini , Sri Ikhsan Suhardi menjelaskan kegiatan Penyuluhan Lingkungan dan Gerakan Indonesia Bersih ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi timbulan sampah dalam masyarakat agar tidak mencemari lingkungan.

Menguatkan literasi dan pengetahuan bersama masyarakat terkait pentingnya mengelola sampah dari rumah kita sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan serta mendorong aksi-aksi kolaboratif berbasis warga dalam mendukung kebersihan lingkungan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

"Sekaligus memperkuat peran dan kontribusi pelaku sistem dalam menginspirasi lahirnya ide dan inovasi di masyarakat terkait strategi penanganan sampah," kuncinya dihadapan ratusan peserta  yang memenuhi lapangan.

Sumber berita: Humas P3E Sulawesi dan Maluku

Baca Juga
Posting Komentar