Unggul Islami Enterpreneurship

Dari Kegelapan Orang Tua, Lahir Cahaya Prestasi: Kisah Septiana, Wisudawati Terbaik dari Pematang Siantar


Mitraindonesia, Lahir dari pasangan tunanetra, Septiana (21 tahun) sudah akrab dengan keterbatasan sejak kecil. Namun, alih-alih mengeluh, ia menjadikan kondisi itu sebagai bahan bakar untuk maju.

“Aku tidak pernah merasa kekurangan. Justru orang tua istimewaku yang tunanetra, memberi kekuatan yang tak bisa dilihat, tapi bisa kurasakan setiap hari,” ujar Septiana penuh haru.

Berjuang dalam keterbatasan ekonomi, Septiana tetap melangkah teguh meniti pendidikan. Ia tahu, pendidikan adalah satu-satunya cahaya yang bisa membebaskan keluarganya dari gelapnya diskriminasi dan ketidaksetaraan.

Dengan semangat luar biasa dan kerja keras yang tak kenal lelah, ia berhasil menjadi wisudawati terbaik di Program Studi Bahasa Inggris, Universitas HKBP Nommensen, dengan IPK membanggakan: 3,78.

Prestasi itu bukan hanya miliknya, tapi juga milik orang tuanya—dua sosok hebat yang, meski tak bisa melihat secara fisik, mampu “melihat” lebih jauh ke dalam potensi putri mereka.

"Kami mungkin tidak bisa melihat dunia, tapi kami bisa melihat masa depan Septiana," kata sang ayah dalam sebuah wawancara.

Kini, Septiana membawa harapan baru. Ia tak hanya lulus dengan predikat terbaik, tapi juga siap mengubah kehidupan keluarganya. Dengan bekal ilmu Bahasa Inggris, ia ingin bekerja, berkarya, dan memberi kembali kepada orang tua dan masyarakat.

“Keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti. Justru dari sanalah kita belajar untuk lebih kuat,” pesan Septiana.

Baca Juga
Posting Komentar