Edukasi dan Pengenalan Griya SIPAKABERU Kesehatan Ibu dan Anak
Mitraindonesia, Makassar-- Kegiatan Edukasi dan Pengenalan Griya SIPAKABERU Kesehatan Ibu dan Anak terlaksana pada Minggu, 3 Agustus 2025 pukul 09.00 WITA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program PPK Ormawa BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar, bertujuan untuk memperkuat kapasitas kader dalam bidang kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H., para kader yang telah terbentuk dalam musyawarah sebelumnya, serta masyarakat yang menjadi sasaran dari program pendampingan.
Para peserta begitu antusias dan bersemangat mengikuti sesi edukasi tentang pentingnya peran keluarga, terutama ibu, dalam menjaga kesehatan anak pada masa pertumbuhan emas serta mengenal lebih dalam struktur dan fungsi Griya SIPAKABERU Kesehatan Ibu dan Anak.
Griya ini menjadi wadah bagi kader untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, dengan fokus pada gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting.
Materi disampaikan secara interaktif oleh mahasiswa FIKK UNM, dengan metode diskusi kelompok dan simulasi peran kader di lapangan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H., memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, serta menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa dan para kader yang telah mengambil peran aktif dalam mewujudkan masyarakat desa yang sehat dan tangguh.
"Kami menyambut baik kegiatan edukasi ini, terlebih karena menyasar langsung kebutuhan nyata masyarakat kami, khususnya ibu dan anak. Kehadiran kader Griya SIPAKABERU menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun desa yang peduli terhadap kesehatan warganya. Kami berharap kegiatan ini terus berkelanjutan dan mampu memberi dampak positif yang luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa hadir sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat, dengan harapan agar kader yang telah terbentuk dapat menjalankan peran sebagai pendamping, edukator, sekaligus penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing.
Edukasi yang diberikan tidak hanya menjadi bekal pengetahuan, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam upaya menciptakan generasi sehat dan bebas stunting di Desa Kampung Beru.



