Unggul Islami Enterpreneurship

Kelola Budidaya Aren, Tim PBW 2025 UMMA Kunjungi PT Gunung Hijau Masarang


Mitraindonesia, Manado--Setelah sebelumnya melakukan studi tiru di BRMP Palma Manado, Tim Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) Universitas Muslim Maros (UMMA) yang dipimpin oleh Dr. Hadija, S.P., M.P., melanjutkan eksplorasi lapangan dengan mengunjungi PT. Gunung Hijau Masarang pada Rabu, 30 Juli 2025. 

Kunjungan ini difasilitasi oleh Balitpalma dan menjadi momentum penting untuk mempelajari pengelolaan gula semut dari pohon aren secara langsung dalam skala industri.

PT. Gunung Hijau Masarang dikenal sebagai salah satu pelopor dalam pengolahan gula aren berkelanjutan yang telah menembus pasar internasional. 

Tim PBW UMMA mendapat kesempatan istimewa untuk berdialog langsung dengan Prof. Willie Smits, pendiri perusahaan sekaligus tenaga ahli di Kementerian Kehutanan. 

Dalam pemaparannya, Prof. Smits menjelaskan bagaimana proses produksi yang ramah lingkungan dapat berjalan selaras dengan efisiensi ekonomi, berkat penerapan teknologi tepat guna dan prinsip keberlanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produksi dan konservasi lingkungan. 

"Aren bukan hanya komoditas bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi solusi dalam menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," jelasnya. Kamis 7 Agustus 2025.


Dalam forum diskusi yang hangat, Dr. Hadija, S.P., M.P. turut membagikan hasil penelitian timnya terkait budidaya, pengelolaan limbah, hingga potensi strategis komoditas aren dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian desa. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan aren yang profesional, modern, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keberlanjutan.

Kunjungan ini memperkaya wawasan Tim PBW UMMA dan membuka peluang kolaborasi ke depan. PT. Gunung Hijau Masarang menjadi bukti nyata bahwa dengan pendekatan yang tepat, tanaman aren dapat menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus menjangkau pasar global, tanpa harus mengorbankan kelestarian alam.


Citizen report : Aswadi Hamid

Baca Juga
Posting Komentar