Modus Penipuan Berkedok Menang Lelang dengan Foto Palsu
Pelaku penipuan ini biasanya menggunakan foto-foto yang diambil dari internet atau dibuat secara digital untuk membuat seolah-olah barang yang dilelang sudah dikirimkan atau sedang dalam proses pengiriman.
Pelaku penipuan biasanya menghubungi korban melalui email atau media sosial termasuk WhatsApp, mereka mengaku sebagai pihak yang berwenang atau memenangkan lelang dalam proses lelang.
Mereka memberitahu korban bahwa telah memenangkan lelang suatu barang dan meminta korban untuk melakukan pembayaran biaya administrasi atau pajak sebelum barang dikirimkan atau dijual.
Untuk meyakinkan korban, pelaku penipuan kemudian mengirimkan foto-foto palsu yang menunjukkan barang yang sudah dikirimkan atau sedang dalam proses pengiriman.
Akibatnya, korban yang telah melakukan pembayaran tidak akan pernah menerima barang yang dijanjikan. Bahkan, nomor telepon pelaku sudah tidak bisa dihubungi lagi. Kerugian materiil yang dialami korban pun bervariasi, mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Untuk menghindari penipuan semacam ini, masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan teliti dalam melakukan transaksi lelang. Berikut beberapa tipsnya:
- Pastikan informasi tentang lelang yang diterima berasal dari sumber resmi.
- Jangan melakukan pembayaran sebelum memastikan keaslian transaksi dan memeriksa dokumen yang terkait.
- Pastikan foto-foto yang dikirimkan bukan foto palsu dengan meminta foto yang lebih detail atau melakukan verifikasi langsung dengan pihak yang berwenang.
- Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan kepada pihak berwajib.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari penipuan berkedok menang lelang dengan foto palsu.



