Sinergi PKM dan KKN UMMA: Lahan Pekarangan Disulap Jadi Peluang Usaha Warga
Mitraindonesia, Maros--Universitas Muslim Maros (UMMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Kali ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UMMA bekerja sama dengan mahasiswa KKN Angkatan IX Posko Rompegading menggelar Pelatihan Olahan Kerupuk Labu Kuning dan Peluang Usaha, yang dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli 2025, di Kantor Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Tim dosen PKM UMMA diketuai oleh Dr. Nining Haerani, S.P., M.P. dan diperkuat oleh lima dosen lainnya, yakni Dr. Azisah, STP., M.Si., Dr. Ir. Bibiana Rini Widiati Giono, M.P., Dr. Haerul, S.P., M.Si., Asriyani, S.P., M.P., serta Murniati, S.Pt., M.P.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Camat Cenrana yang diwakili oleh Kepala Seksi Pemerintahan, Andi Aksa, S.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UMMA yang dinilai mampu menjawab tantangan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
“Pelatihan ini sangat positif. Mahasiswa KKN UMMA Posko Desa Rompegading berhasil melihat potensi besar dari labu kuning dan mengarahkannya menjadi peluang usaha yang nyata untuk masyarakat Desa Rompegading,” ujar Andi Aksa.
Ia juga berharap agar pihak akademisi UMMA dapat terus mendampingi para petani dalam mengembangkan budidaya labu kuning sebagai komoditas lokal yang potensial dan bernilai ekonomis.
Senada dengan itu, Kepala Desa Rompegading melalui Sekretaris Desa Rompegading, Kaharuddin, mengungkapkan bahwa selama ini labu kuning di desanya hanya diolah menjadi sayur atau kolak. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan baru bagi warga untuk mengolah labu kuning menjadi produk bernilai jual seperti kerupuk.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya labu kuning sangat cocok untuk mendukung pangan keluarga,” ungkapnya.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN UMMA Posko Desa Rompegading, Rika Riyanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menggali serta mengembangkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap secara optimal.
“Kami melihat bahwa labu kuning di Desa Rompegading memiliki potensi besar untuk dikembangkan, tidak hanya dari sisi budidaya, tapi juga dari aspek olahannya. Melalui pelatihan ini, kami ingin membuka wawasan masyarakat bahwa lahan pekarangan bisa menjadi sumber pangan sekaligus peluang usaha yang bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Desa Posko KKN Rompegading, Aswadi Hamid, mengemukakan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN UMMA dalam kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran langsung di tengah masyarakat, sekaligus bagian dari upaya membangun jiwa kewirausahaan berbasis lokal.
“Kami berharap hasil dari pelatihan ini bisa terus dikembangkan oleh masyarakat, bahkan menjadi produk unggulan desa. Tidak hanya berhenti di pelatihan, tetapi berlanjut dalam bentuk produksi, pemasaran, dan pendampingan berkelanjutan,” ujar Aswadi Hamid
Dalam sesi pelatihan, materi kewirausahaan disampaikan oleh Dr. Azisah, STP., M.Si., yang menekankan pentingnya inovasi dalam produk lokal. Kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerupuk labu kuning oleh Dr. Nining Haerani, S.P., M.P. yang disambut antusias oleh peserta.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekonomi produktif di Desa Rompegading melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.
Citizen report : Aswadi Hamid






