Pelatihan Pendamping Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan: Penanaman TOGA di Desa Kampung Beru
Mitraindonesia, Takalar — Tim Pelaksana PPK Ormawa BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM) kembali menggelar program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Pendamping Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan pada Juma't, 29 Agustus 2025.
Berlokasi di Kantor Desa Kampung Beru, pelatihan dimulai pukul 10.00 WITA dan dihadiri oleh masyarakat, kader kesehatan, serta perangkat desa. Fokus utama kegiatan ini adalah penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya sederhana namun efektif dalam menciptakan lingkungan yang sehat, asri, dan produktif.
Hadir sebagai pemateri, Muhammad Yudha, selaku penanggung jawab Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan, menyampaikan materi tentang manfaat TOGA serta mengajak peserta untuk langsung mempraktikkan cara menanam dan merawat tanaman obat keluarga.
Dalam pemaparannya, Yudha menekankan bahwa TOGA adalah solusi kesehatan alami yang murah, mudah diterapkan, dan sangat bermanfaat bagi setiap rumah tangga.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H., yang memberikan sambutan penuh apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Griya SIPAKABERU Kesehatan Lingkungan," kata Muhammad Ali.
"Saya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada Tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM yang telah menghadirkan kegiatan bermanfaat ini. Penanaman TOGA bukan hanya memperindah pekarangan rumah, tetapi juga memberi manfaat kesehatan nyata melalui obat tradisional alami yang murah, mudah, dan aman bagi keluarga,” ujarnya.
Muhammad Ali juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar tidak berhenti pada pelatihan semata, namun berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Desa Kampung Beru sebagai desa yang bersih, asri, sehat, dan produktif.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, aparat desa, serta para kader kesehatan lingkungan. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya desa sehat dan mandiri.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung penanaman TOGA di lingkungan kantor desa. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari keaktifan mereka dalam mencoba teknik penanaman dan berdiskusi mengenai manfaat tanaman obat untuk kesehatan keluarga.
Melalui program Griya SIPAKABERU, Tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat berbasis kearifan lokal.
Harapannya, Desa Kampung Beru dapat menjadi percontohan sebagai desa yang sehat, mandiri, dan produktif melalui pemanfaatan potensi pekarangan rumah sebagai sumber kesehatan alami.
Citizen Report: Ria Ramadhani



