Pengangkutan Sampah di Perum BPS 1 Sudiang Terhambat, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap
Mitraindonesia, Makassar— Sudah sepekan bahkan lebih tumpukan sampah rumah tangga di Perumahan BPS 1 Sudiang, khususnya di lorong Blok F, belum seluruhnya terangkut oleh armada kebersihan.
Padahal, sebagian besar warga perumahan rutin membayar iuran sampah setiap bulan. Hanya sebagian kecil penghuni kontrakan yang belum tertib membayar iuran tersebut.
Keterlambatan pengangkutan ini disebut-sebut disebabkan oleh beberapa faktor. Selain adanya proyek pengecoran jalan di area perumahan, kegiatan renovasi rumah pribadi serta kepentingan pribadi lainnya juga menghambat akses armada sampah untuk menjangkau seluruh titik penumpukan.
Akibatnya, sampah yang menumpuk menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan warga. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan serta kebersihan lingkungan sekitar.
“Bagaimana tidak, kami sudah membayar iuran sampah, tapi sampah tetap menumpuk. Apalagi kalau digratiskan, mungkin makin tidak terurus,” keluh salah seorang warga Blok F, pada Sabtu, 8 November 2025.
Warga berharap Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup dapat segera menurunkan armada tambahan dan menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih tangguh, agar masalah serupa tidak terus berulang. Tanpa langkah tegas, Makassar dikhawatirkan bisa menuju kondisi darurat sampah.



