Unggul Islami Enterpreneurship

Mahasiswa KKN Gelar Penyuluhan Biopori: Solusi Cerdas Lingkungan dan Pertanian di Kelurahan Manisa


Mitraindonesia, Sidrap – Dalam upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan pertanian berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses menyelenggarakan penyuluhan bertajuk "Biopori sebagai Solusi Ramah Lingkungan dan Pertanian Produktif".

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026 di Posko Manisa, Jl. Taruna, Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap. Acara ini disambut antusias oleh warga setempat. 

Peserta yang hadir mencakup berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat hingga kelompok tani. Kehadiran para petani menjadi sinyal positif akan tingginya minat warga dalam mengadopsi teknologi tepat guna untuk lahan mereka.

Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh beberapa tantangan lingkungan yang kerap dihadapi warga, di antaranya, genangan air yang muncul saat intensitas hujan tinggi, pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal dan penurunan kualitas kesuburan tanah pada lahan pertanian.

Dalam sesi materi, mahasiswa KKN tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga memberikan panduan praktis mengenai, cara kerja lubang resapan dalam mengalirkan air ke dalam tanah. Selain mencegah banjir, biopori berfungsi sebagai pabrik kompos alami dari sampah organik. Langkah-langkah sederhana pembuatan lubang biopori yang mudah diterapkan secara mandiri di halaman rumah maupun area persawahan.


Penyampaian dilakukan secara interaktif, membuka ruang diskusi dan tanya jawab yang hangat antara mahasiswa dan warga.

"Dengan adanya biopori, diharapkan daya resap air tanah meningkat dan masyarakat bisa menghasilkan pupuk organik sendiri untuk mendukung produktivitas pertanian yang lebih ramah lingkungan."

Melalui inisiatif ini, mahasiswa KKN berharap warga Kelurahan Manisa dapat mengimplementasikan teknologi biopori secara mandiri dan berkelanjutan. 

Sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mandiri secara pupuk organik.


Citizen report: Anggi Sasmita (Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian-Universitas Hasanuddin)

Baca Juga
Posting Komentar