Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 Dorong Digitalisasi UMKM di Kelurahan Manisa Melalui Implementasi QRIS
Mitraindonesia, SIDRAP – Dalam upaya mempercepat transformasi ekonomi digital di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 melaksanakan program pendampingan door-to-door bagi pelaku UMKM di Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan yang berlangsung pada 11, 15, dan 16 Januari 2026 ini diinisiasi oleh Nur Ruiyna Kamal, mahasiswa Program Studi Akuntansi Unhas.
Program ini fokus pada implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai solusi sistem pembayaran non-tunai yang modern dan aman.
Berbeda dengan sosialisasi massal, metode door-to-door dipilih agar edukasi berjalan lebih intensif. Mahasiswa mendatangi satu per satu tempat usaha untuk memberikan bimbingan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan spesifik setiap pedagang.
Langkah-langkah pendampingan meliputi, penjelasan mengenai manfaat dan keamanan transaksi digital.
Pendampingan proses pendaftaran akun QRIS dan verifikasi data, dan praktik langsung cara menerima pembayaran dan mengecek mutasi saldo secara real-time.
Penerapan QRIS ini bertujuan untuk memberikan tiga keuntungan utama bagi UMKM Kelurahan Manisa, yakni menghilangkan kendala uang kembalian dan mempercepat proses pembayaran. Mengurangi risiko penerimaan uang palsu dan meminimalisir penyimpanan uang tunai di tempat usaha. Membantu pelaku usaha memantau arus kas secara digital dan lebih tertib administrasi.
"Dengan adanya pendampingan QRIS ini, kami merasa sangat terbantu. Proses pembayaran jadi lebih mudah dan pembeli pun merasa nyaman karena punya pilihan bayar non-tunai," ungkap Andi Echa, pemilik usaha warung cemilan di Kelurahan Manisa.
Antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh warga selama tiga hari pelaksanaan mencerminkan kesiapan masyarakat lokal dalam mengadopsi teknologi digital.
Melalui program ini, diharapkan UMKM di Kelurahan Manisa tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah perkembangan ekonomi digital yang pesat.




