Mahasiswa KKN Unhas Sulap Botol Bekas Jadi Irigasi Tetes di SDN 1 Macorawalie
Mitraindonesia, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan program "Kebun Edukasi Sekolah Dasar" di SD Negeri 1 Macorawalie, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (19–21 Januari 2026) ini memperkenalkan inovasi sistem irigasi botol tetes kepada para siswa.
Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Rasmawati, mahasiswa Teknik Kelautan Unhas, sebagai upaya nyata mengedukasi generasi muda mengenai keberlanjutan lingkungan dan teknologi pertanian sederhana.
Kegiatan ini menyasar siswa kelas IV dengan fokus utama memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem. Melalui pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media irigasi tetes, siswa diajarkan cara bercocok tanam yang efisien dan hemat air.
"Kami ingin menumbuhkan kepedulian dan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekolah sejak dini melalui metode yang menyenangkan," ujar Rasmawati.
Rangkaian kegiatan disusun secara sistematis untuk memastikan penyerapan materi yang maksimal:
- Sosialisasi & Pre-test: Pengenalan konsep kebun edukasi dan pengukuran pemahaman awal siswa.
- Praktik Langsung: Siswa terlibat aktif dalam menyiapkan media tanam, menanam bibit, hingga merakit sistem irigasi botol tetes.
- Evaluasi (Post-test): Mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah praktik lapangan.
Syabrina Lestari, rekan mahasiswa KKN dari Jurusan Agroteknologi Unhas, menambahkan bahwa program ini adalah sarana pembelajaran kontekstual.
“Kami mendorong pemanfaatan barang bekas menjadi alat yang bernilai guna. Ini adalah dasar-dasar budidaya tanaman yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Wali kelas IV SDN 1 Macorawalie, Nirmalasari, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, metode praktik langsung membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna.
"Program ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi melatih keterampilan motorik dan empati siswa dalam merawat makhluk hidup. Anak-anak sangat antusias karena mereka bisa melihat langsung hasil kerja keras mereka," ungkap Nirmalasari.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat, Kebun Edukasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari penerapan pendidikan berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Kelurahan Macorawalie.




