Putus Rantai Bullying, Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Siswa SDN 6 Watang Sidenreng
Mitraindonesia, SIDRAP — Masalah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi perhatian serius. Guna mengantisipasi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi pencegahan perundungan di SD Negeri 6 Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan ramah anak. Melalui pendekatan yang interaktif, para mahasiswa memaparkan berbagai jenis perundungan, mulai dari fisik, verbal, hingga cyber bullying yang kian marak di era digital.
Nur Kholifah, mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Unhas yang bertindak sebagai narasumber, menekankan bahwa perundungan bukanlah sekadar "candaan" biasa.
Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hak asasi anak dan memiliki konsekuensi hukum serta dampak psikologis jangka panjang.
“Perundungan sekecil apa pun tidak boleh dianggap remeh. Dampaknya memengaruhi emosional anak secara permanen. Kita harus membangun budaya berani berkata 'tidak' pada kekerasan dan menumbuhkan empati sejak dini,” tegas Nur Kholifah di hadapan para siswa.
Program ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan perangkat desa setempat. Kepala Lingkungan 2 Kelurahan Sidenreng sekaligus Ketua Komite SDN 6 Watang Sidenreng menyatakan dukungannya terhadap inisiatif mahasiswa KKN tersebut.
“Kami sangat mendukung edukasi seperti ini. Pembentukan karakter anak adalah investasi masa depan. Kami berharap anak-anak di sini bisa tumbuh rukun dan saling menghormati,” ungkapnya.
Selain pemaparan materi, acara ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif. Para siswa diajak berkomitmen bersama untuk menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar terasa aman dan nyaman tanpa rasa takut.



