Unggul Islami Enterpreneurship

Cetak Sejarah Baru, Mahasiswa FAPERTAHUT UMMA Raih IPK 4,0 pada Yudisium Perdana


Mitraindonesia, MAROS – Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (FAPERTAHUT) Universitas Muslim Maros (UMMA) mencatatkan sejarah baru dalam pelaksanaan yudisium perdana mereka. Salah satu mahasiswa, Aswadi Hamid, berhasil meraih predikat kelulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0.

Momen bersejarah ini berlangsung khidmat pada Selasa, 3 Maret 2026, di Kampus 1 UMMA. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Aswadi, tetapi juga bukti kualitas akademik yang unggul dari mahasiswa Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA di tingkat institusi.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Sofyan, S.P., M.P., yang bertindak selaku Ketua Sidang. 

Turut hadir jajaran pimpinan fakultas, antara lain, Dr. Ir. Nirawati, S.Hut., M.Hut., IPM. (Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan), Dr. Nining Haerani, S.P., M.P. (Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Keuangan), Dr. Andi Herwati, S.P., M.Si. (Ketua Prodi Agroteknologi)

Selain unsur akademisi, kegiatan ini juga dihadiri oleh mitra instansi seperti Kepala Resor Minasate'ne, Ir. Mansur, S.P., M.P., IPM., dan Fungsional PEH Resor Pattunuang, Taufik Ismail, S.Hut., M.Hut., serta jajaran dosen dan mahasiswa prodi terkait.


Ketua Program Studi Agroteknologi, Dr. Andi Herwati, S.P., M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas pencapaian Aswadi. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi lingkungan akademik yang sehat.

"Aswadi Hamid merupakan mahasiswa terbaik dan kebanggaan kami. Orangnya pintar, cerdas, sopan, dan mampu beradaptasi dalam segala suasana. Ia adalah sosok yang totalitas tanpa batas dan penuh loyalitas," ungkap Dr. Andi Herwati.

Beliau juga menambahkan bahwa kontribusi Aswadi selama masa studi di prodi sangat signifikan. "Semoga kesuksesan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus memberikan yang terbaik," pungkasnya.


Melalui yudisium perdana ini, UMMA menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan berintegritas. 

Prestasi IPK 4,0 ini menjadi simbol bahwa dukungan akademik yang baik mampu melahirkan lulusan yang siap berkontribusi secara nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pengembangan ilmu pertanian dan agroteknologi.


Citizen report: Asham INAGRO22

Baca Juga
Posting Komentar