Gaya Santai "Pak Sis" Hidupkan Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran di Sidrap
Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, Siswandi berhasil
mencairkan suasana pelatihan sehingga para peserta tampak lebih nyaman dan
antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Sejak awal kegiatan, Guru SD Negeri 97 Ungae, Kabupaten Soppeng tersebut
kerap menyelipkan candaan di sela-sela penyampaian materi. Hal tersebut membuat
para peserta yang terdiri dari guru-guru dari berbagai sekolah di Sidrap tidak
hanya fokus belajar, tetapi juga beberapa kali dibuat tertawa oleh gaya
komunikasinya yang nyentrik.
Meski sering mengundang tawa, penyampaian materi yang dibawakan pria yang
kerap disapa “Pak Sis” tersebut tetap sarat dengan informasi dan praktik yang
bermanfaat bagi para peserta, khususnya dalam memahami pemanfaatan perangkat
digitalisasi pembelajaran di sekolah.
Menurut Siswandi, suasana pelatihan yang santai dan menyenangkan justru
dapat membantu peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
“Kalau suasananya terlalu tegang, biasanya peserta cepat lelah. Jadi kita
buat santai saja, sesekali bercanda supaya mereka tetap semangat mengikuti
pelatihan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi semangat para guru di Kabupaten Sidenreng Rappang yang
dinilai sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari
pemaparan materi hingga praktik penggunaan perangkat digital di kelas.
Salah satu peserta pelatihan mengaku gaya penyampaian Siswandi membuat
kegiatan pelatihan terasa lebih hidup dan tidak membosankan.
“Pak Sis membawakan materi dengan cara yang sangat menarik. Banyak candaan,
tapi materinya tetap mudah dipahami. Jadi kami tidak merasa tegang selama
mengikuti pelatihan,” ujar salah seorang peserta.
Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran ini merupakan kerja sama antara BBPMP Sulawesi Selatan dan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sidenreng Rappang yang bertujuan meningkatkan
kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses
pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif.
Dengan metode penyampaian yang santai namun tetap edukatif, kehadiran
fasilitator seperti Siswandi menjadi salah satu faktor yang membuat pelatihan
tersebut berjalan lebih hidup dan penuh semangat.

.jpg)

