Unggul Islami Enterpreneurship

MA Desak Penghentian Agresi di Timur Tengah dan Minta Pemerintah RI Keluar dari ‘Board of Peace’



Mitraindonesia, JAKARTA – Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap menanggapi eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah. 

Dalam pernyataan resmi Nomor: B.0091/PBMA/III/2026, organisasi Islam yang berbasis di Banten ini menyoroti dampak serius keterlibatan militer Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap stabilitas global. Senin, 2 Maret 2026.

Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, menyampaikan bahwa situasi saat ini memerlukan tindakan diplomatik yang konkret dan tegas, melampaui sekadar retorika.

(Foto: Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief)


Berikut adalah poin-poin utama pernyataan sikap PB Mathla'ul Anwar:

  1. Belasungkawa atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran PB Mathla'ul Anwar menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Organisasi mengajak umat Islam mendoakan agar amal kebajikan beliau diterima dan rakyat Iran diberikan ketabahan dalam menghadapi situasi sulit ini.
  2. Kecaman Keras terhadap Eskalasi Militer Mathla'ul Anwar mengecam segala bentuk agresi militer yang melampaui hukum internasional. Penggunaan kekuatan senjata dinilai hanya akan memperdalam penderitaan warga sipil dan mengancam perdamaian dunia secara menyeluruh.
  3. Desakan Pengunduran Diri Indonesia dari Board of Peace (BOP) Secara spesifik, PB Mathla'ul Anwar meragukan efektivitas Board of Peace (BOP) bentukan Amerika Serikat. Mengingat rekam jejak inkonsistensi kesepakatan internasional, Mathla'ul Anwar mendesak Pemerintah RI untuk keluar dari BOP demi menjaga independensi politik luar negeri yang bebas aktif. Tetap berdiri tegak dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara murni tanpa intervensi kepentingan pihak tertentu.
  4. Seruan Sidang Darurat OKI PB Mathla'ul Anwar menyerukan kepada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera menggelar Sidang Darurat Tingkat Tinggi guna mengonsolidasi kekuatan dunia Islam, melindungi warga sipil, dan melakukan mediasi kolektif untuk meredam konflik.
  5. Momentum Ramadan 1447 H sebagai Pesan Damai Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Mathla'ul Anwar mengingatkan para pemimpin dunia untuk mengedepankan nilai Rahmatan lil 'Alamin—bulan pengendalian diri dan persaudaraan—sebagai alasan moral untuk menghentikan pertumpahan darah.

"Perdamaian yang adil hanya bisa terwujud jika hak-hak rakyat Palestina dipulihkan secara utuh. Indonesia harus mengambil peran strategis sesuai amanat UUD 1945 untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia," tegas KH. Embay Mulya Syarief.

Pernyataan sikap ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, dan Plt Sekretaris Jenderal, Nur Aziz Hakim, S.H., M.M., M.Kn.


Tentang Mathla'ul Anwar: 

Mathla'ul Anwar adalah organisasi massa Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Didirikan pada tahun 1916 di Menes, Banten, organisasi ini terus berkomitmen pada penguatan umat dan kontribusi aktif bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga
Posting Komentar