Perkuat Skill Rimbawan Muda, Mahasiswa Kehutanan UMMA Magang di KPH Bulusaraung
Mitraindonesia, Maros-Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (FAPERTAHUT) Universitas Muslim Maros (UMMA) terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik melalui program magang mahasiswa di UPTD KPH Bulusaraung.
Selama 40 hari, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas lapangan mulai dari patroli kawasan hutan, pengelolaan administrasi kehutanan, pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK), hingga pendampingan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Magang ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa agar tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu membaca dinamika pengelolaan hutan secara nyata di lapangan.
Mahasiswa diperkenalkan pada tata kelola kawasan, koordinasi lintas sektor, hingga tantangan pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan.
Kepala UPTD KPH Bulusaraung, Sukri, S.P., M.Si., mengapresiasi sinergi antara KPH Bulusaraung dan Program Studi Kehutanan UMMA dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kehutanan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa magang menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan praktik lapangan.
“Kami menyambut baik mahasiswa magang dari Program Studi Kehutanan FAPERTAHUT UMMA untuk belajar langsung di lingkungan KPH Bulusaraung. Kolaborasi seperti ini penting agar mahasiswa memahami kondisi riil pengelolaan hutan, mulai dari administrasi, patroli kawasan, hingga pendampingan masyarakat,” ujar Sukri.
Ia juga menilai mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi selama proses magang berlangsung. “Mereka mampu beradaptasi dengan ritme kerja lapangan, aktif berdiskusi dengan staf dan penyuluh kehutanan. Ini menjadi modal penting bagi lahirnya rimbawan muda yang profesional dan adaptif,” tambahnya.
Ketua Program Studi Kehutanan FAPERTAHUT UMMA, Ir. Muh. Faisal M., S.Hut., M.Hut., IPP., menegaskan bahwa program magang merupakan implementasi pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Kurikulum Merdeka yang menempatkan pengalaman lapangan sebagai bagian penting pembentukan kompetensi lulusan.
“Program magang ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam dunia kerja kehutanan. Kami sangat mengapresiasi KPH Bulusaraung yang telah memberikan ruang belajar dan pengalaman lapangan kepada mahasiswa kami,” ungkap Muh. Faisal.
Selama magang, mahasiswa mengikuti berbagai agenda strategis seperti monitoring Hutan Tanaman Rakyat (HTR), sosialisasi batas kawasan hutan bersama Kementerian Kehutanan, pelatihan budidaya porang berbasis agroforestri, patroli kawasan bersama POLHUT dan mahasiswa Universitas Hasanuddin, hingga kunjungan ke Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH).
Mahasiswa juga memperoleh pengalaman administratif melalui penyusunan data HHBK, pengelolaan dokumen kelembagaan, dan mekanisme pelaporan kehutanan.
Pendampingan intensif turut dilakukan oleh dosen pembimbing Dr. Hadija, S.P., M.Si. dan Ir. Muliana Djafar, S.Hut., M.Hut., IPP., agar proses pembelajaran lapangan berjalan sistematis dan sesuai capaian pembelajaran program studi.
Penanggung jawab kegiatan Magang, Dr. Haudec Herrawan B, S. Hut.,M.P., menambahkan bahwa kegiatan ini tak hanya memperkuat keterampilan teknis, program magang ini juga membentuk karakter mahasiswa melalui pengalaman kerja tim, disiplin, komunikasi, dan adaptasi di lingkungan profesional. Interaksi langsung dengan Penyuluh, POLHUT, staf KPH, hingga masyarakat sekitar kawasan hutan menjadi pengalaman berharga yang memperkaya wawasan mahasiswa.
Melalui program ini, UMMA berharap lahir generasi rimbawan muda yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan lapangan, kepekaan sosial, dan komitmen terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan.
Citizen report : Aswadi Hamid, S.P. (UMMA)




