Tak Hanya Belajar Teori, Mahasiswa Agroteknologi UMMA Asah Keahlian Identifikasi Tumbuhan di Laboratorium
Mitraindonesia, Maros--Suasana Laboratorium Terpadu Universitas Muslim Maros (UMMA) tampak lebih hidup pada Selasa 23 Juni 2026. Sebanyak 15 orang mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA) mengikuti praktikum Mata Kuliah Botani Tanaman sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan memperkuat pemahaman mereka terhadap dunia tumbuhan.
Praktikum yang dibimbing oleh Dr. Nining Haerani, S.P., M.P., ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan pengamatan langsung terhadap berbagai karakteristik tumbuhan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar mengenali struktur morfologi, mengidentifikasi ciri-ciri tanaman, hingga memahami prinsip dasar klasifikasi yang menjadi fondasi penting dalam ilmu agroteknologi.
Menurut Dr. Nining Haerani, pembelajaran botani tidak cukup hanya dipahami melalui buku atau materi perkuliahan. Pengalaman langsung di laboratorium sangat penting agar mahasiswa mampu mengamati, menganalisis, dan menarik kesimpulan secara ilmiah.
"Praktikum merupakan bagian penting dalam membangun keterampilan mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dilatih berpikir kritis, teliti, dan mampu melakukan identifikasi tumbuhan secara sistematis," ujar Dr. Nining Haerani.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tampak antusias melakukan pengamatan terhadap sampel tanaman yang telah disiapkan. Mereka menggunakan berbagai alat laboratorium untuk mengamati bentuk daun, batang, bunga, hingga karakter morfologi lainnya sebagai dasar identifikasi spesies.
Kegiatan praktikum ini sekaligus menjadi bukti komitmen Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA dalam menghadirkan proses pembelajaran yang aplikatif dan berkualitas.
Pendekatan learning by doing diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang dibutuhkan di dunia kerja maupun penelitian.
Melalui pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik, UMMA terus mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan sektor pertanian di masa depan.
Praktikum seperti ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul serta mampu berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Citizen report : Aswadi Hamid, S.P. (UMMA)



