Unggul Islami Enterpreneurship

Adil Dalam Berbuat Kebaikan



Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki


OPINI-Dalam hidup, kita sering terjebak dalam rasa tidak enak hati hingga sulit menolak permintaan orang lain. Karena takut disalahpahami atau demi menjaga perasaan orang lain, kita rela mengorbankan hak dan kepentingan diri sendiri. Sebaliknya, ada pula yang terlalu mementingkan diri sendiri hingga kehilangan kepedulian terhadap sesama.

Islam mengajarkan keseimbangan antara berbuat baik kepada orang lain dan menjaga hak diri sendiri. Kebaikan yang dilandasi kebijaksanaan akan melahirkan kemuliaan, sedangkan kebaikan tanpa batas dan keseimbangan justru dapat melahirkan kezaliman yang tersembunyi.

Sikap gemar menolong adalah akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Seorang mukmin diperintahkan untuk membantu saudaranya, meringankan kesulitannya, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungannya. Namun Islam tidak pernah mengajarkan seseorang untuk mengorbankan seluruh hak dirinya demi orang lain. Pertolongan harus tetap berada dalam koridor keseimbangan, kemampuan, dan kemaslahatan bersama.

Tak jarang seseorang merasa bersalah ketika harus menolak bantuan. Ia khawatir dicap pelit, tidak peduli, tidak setia kawan, atau tidak berempati. Akhirnya ia mengiyakan semua permintaan, meski dirinya sendiri sedang dalam kesulitan dan memiliki kebutuhan yang jauh lebih penting.

Pada awalnya, orang lain mungkin akan memuji kebaikannya. Namun seiring waktu, bantuan yang dulu dianggap sebagai kebaikan akan berubah menjadi sesuatu yang biasa saja, bahkan dianggap sebagai sebuah keharusan. Maka ketika suatu saat ia tidak lagi mampu memenuhi harapan orang lain, ia justru akan disalahkan, atau ia sendiri yang akan diliputi rasa bersalah.

Di sinilah Islam hadir mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki hak-hak yang harus ditunaikan, termasuk hak dirinya sendiri yang tidak boleh diabaikan. Rasulullah SAW mengingatkan: "Sesungguhnya dirimu memiliki hak atasmu, keluargamu memiliki hak atasmu, dan tamumu memiliki hak atasmu. Maka berikanlah kepada setiap yang berhak akan haknya."

Lebih jauh, Allah SWT melarang manusia menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. Al-Baqarah: 195)

Kebinasaan tidak selalu berupa kehancuran fisik. Kelelahan mental, tekanan emosional, hilangnya kebahagiaan, hingga rusaknya hubungan keluarga juga termasuk kebinasaan. Oleh karena itu, berkata tidak pada saat yang tepat bukanlah egois, melainkan bagian dari menjaga keseimbangan hidup.

Dalam kehidupan bermasyarakat, keseimbangan itu mutlak diperlukan. Terlalu keras menolak bantuan akan membuat seseorang kehilangan empati. Sebaliknya, terlalu mudah mengiyakan segalanya akan membuat dirinya kehilangan ketenangan. Islam selalu mengajarkan jalan tengah yang penuh hikmah. Menolong ketika mampu dan menolak dengan santun ketika tidak mampu adalah akhlak terpuji, bahkan menjadi bagian dari sifat 'Ibaadur-Rahman (hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih).

Di saat menolak karena keadaan, mungkin orang tulus akan menghargai kita karena memahami keterbatasan kita. Sebaliknya, orang yang hanya memanfaatkan kebaikan kita akan kecewa ketika tidak lagi mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan kekecewaan mereka bukanlah tolok ukur benar atau salahnya sikap kita. Tolok ukurnya adalah apakah tindakan kita sejalan dengan ajaran Allah dan tuntunan Rasul-Nya.

Karena itu, marilah kita belajar menjadi pribadi yang baik sekaligus bijaksana. Menjadi dermawan tanpa menjadi korban yang dimanfaatkan. Menjadi penolong tanpa mengorbankan diri sendiri. Menjadi penyayang tanpa melalaikan amanah yang Allah titipkan pada jiwa, keluarga, dan diri kita sendiri. Kebaikan yang disertai hikmah akan melahirkan keberkahan, sedangkan kebaikan tanpa kebijaksanaan seringkali berujung pada penyesalan.

Jadilah hamba Allah yang digambarkan dalam firman-Nya: "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (QS. Al-Furqan: 67)



Baca Juga
Posting Komentar