Pemberdayaan Masyarakat Desa Bissoloro Dorong Pengembangan Sport Tourism dan Pangan Lokal
Mitraindonesia, Gowa— Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui program pemberdayaan masyarakat melaksanakan kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pengembangan Pariwisata Olahraga dan Pangan Lokal Berbasis Community Based Tourism di Bissoloro, Gowa”. Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi desa, khususnya di bidang sport tourism dan pangan lokal, sebagai sumber pengembangan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Program melibatkan akademisi, pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat setempat melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan potensi wisata dan produk lokal.
Masyarakat diperkenalkan pada pengelolaan destinasi, aktivitas olahraga berbasis alam seperti trekking dan hiking, serta strategi branding, pengemasan, pemasaran digital, dan pemanfaatan media sosial.
Pengelola wisata Desa Bissoloro, Dg. Sigollo, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan UNM dalam pengembangan pariwisata desa.
“Terima kasih kepada Universitas Negeri Makassar yang telah menjadi mitra kerja sama dalam pengembangan pariwisata olahraga. Semoga kegiatan kemitraan masyarakat ini dapat menjadi bentuk kerja sama jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Bissoloro," ungkapnya.
Pengembangan program juga diarahkan untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui pendekatan Community Based Tourism, masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan potensi desa. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan keterampilan masyarakat, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mendorong Bissoloro menjadi desa wisata yang mandiri, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.



