Mahasiswa Agroteknologi UMMA Belajar Teknik Budidaya dan Peluang Bisnis Bougenville di Jasvin Florist
Mitraindonesia, MAROS– Pengalaman belajar di luar kelas menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa pertanian menghadapi dunia kerja sekaligus membangun usaha mandiri. Melalui penguasaan keterampilan budidaya, pemahaman agribisnis, dan kreativitas, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi agropreneur muda yang inovatif dan berdaya saing.
Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA) ke Jasvin Florist, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Budidaya Tanaman Hortikultura yang dibimbing oleh Dr. Nining Haerani, S.P., M.P., Wakil Dekan II FAPERTAHUT UMMA.
Berlokasi di Jalan Pasar Ikan Nomor 27, Bonto Kapetta 2, Kabupaten Maros, Jasvin Florist dipilih sebagai tempat pembelajaran lapangan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memperbanyak tanaman hias, khususnya bougenville atau bunga kertas.
Selain memiliki nilai keindahan, tanaman ini juga menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan.
Dalam kegiatan praktikum, mahasiswa mempelajari berbagai metode perbanyakan tanaman, meliputi stek, cangkok, serta grafting atau teknik sambung.
Melalui demonstrasi dan praktik secara langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memahami tahapan perbanyakan tanaman, menangani jaringan tanaman, serta menghasilkan bibit yang berkualitas.
Dr. Nining Haerani menyampaikan bahwa pembelajaran lapangan memiliki peran strategis dalam menghubungkan teori akademik dengan penerapan di dunia usaha. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu menguasai aspek teknis budidaya, tetapi juga memahami peluang pengembangan agribisnis dan pemasaran komoditas hortikultura.
“Melalui praktik langsung, mahasiswa dapat memahami sekaligus menguasai teknik perbanyakan tanaman hortikultura. Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan teknis dalam menghasilkan bibit bougenville berkualitas yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengalaman praktik juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan analisis dalam menghadapi berbagai persoalan agronomis, seperti serangan penyakit tanaman dan kegagalan dalam proses perbanyakan bibit. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk menghasilkan inovasi budidaya yang efektif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Dr. Nining berharap kegiatan semacam ini dapat memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh menjadi inovasi yang bermanfaat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga mampu mendukung pengembangan pertanian perkotaan serta membangun kemandirian ekonomi melalui usaha berbasis pertanian.
Pemilik Jasvin Florist, Asriyani, S.P., M.P., menyambut positif kunjungan civitas akademika Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA. Ia mengungkapkan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Jasvin Florist sebagai lokasi pembelajaran praktis bagi mahasiswa.
“Terima kasih kepada civitas akademika Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA yang telah berkunjung untuk mempelajari teknik perbanyakan tanaman dan peluang usaha bougenville. Kami berharap Jasvin Florist dapat menjadi tempat belajar yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, sehingga nantinya mereka memiliki bekal untuk merintis usaha sendiri di bidang pertanian,” ujar Asriyani.
Jasvin Florist sendiri menyediakan berbagai pilihan bougenville, mulai dari varietas lokal hingga impor, serta bonsai bougenville yang diminati oleh para pencinta tanaman hias. Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa pengembangan tanaman hias dapat menjadi salah satu alternatif usaha yang potensial apabila didukung keterampilan budidaya, kreativitas, dan strategi pemasaran yang tepat.
Kunjungan ini sekaligus memperlihatkan bahwa peluang kewirausahaan di sektor pertanian dapat dikembangkan melalui komoditas yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tanaman hias tidak hanya berfungsi mempercantik lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan dan peluang bisnis yang berkelanjutan.
Sementara itu, Aswadi Hamid, S.P., alumni Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA, menilai pembelajaran berbasis praktik lapangan penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai prospek karier di sektor pertanian. Ia berharap mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Dari bibit bougenville, tumbuh harapan lahirnya generasi agropreneur muda yang inovatif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian,” ungkap Aswadi Hamid.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Agroteknologi UMMA diharapkan semakin siap mengembangkan kompetensi teknis, jiwa kewirausahaan, dan semangat inovasi.
Pengalaman belajar di Jasvin Florist menjadi pengingat bahwa masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga oleh kreativitas dalam menciptakan nilai tambah dan mengembangkan peluang usaha.




