Unggul Islami Enterpreneurship

Cegah Karhutla di TWA Sidrap, BBKSDA Sulsel Perkuat Patroli Libatkan Masyarakat Mitra Polhut


Mitraindonesia, Sidrap — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan melalui Bidang KSDA Wilayah II dan Resor Sidrap, bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP), melaksanakan patroli bersama di Taman Wisata Alam (TWA) Sidrap. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengamanan kawasan hutan konservasi sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama selama musim kemarau.

Patroli tersebut diikuti oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Mustari Tepu, Kepala Resor TWA Sidrap, Andi Mahmud Alamsyah, serta anggota Masyarakat Mitra Polhut. 

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan kawasan dan risiko kebakaran yang cenderung meningkat pada musim kemarau.

Selain melakukan pemantauan kondisi kawasan, petugas juga melaksanakan penandaan batas blok kawasan. Langkah ini dilakukan untuk memperjelas fungsi, batas, dan peruntukan wilayah di lapangan. Dengan adanya penandaan tersebut, diharapkan tercipta kepastian hukum, pengelolaan kawasan yang lebih efektif, peningkatan pemahaman masyarakat, serta pencegahan konflik dan pelanggaran di dalam kawasan konservasi.

Patroli bersama ini sekaligus menjadi sarana komunikasi dan koordinasi antara BBKSDA Sulsel dan MMP dalam memperkuat upaya pengamanan hutan. 

Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi gangguan, serta menumbuhkan kepedulian bersama terhadap pelestarian kawasan hutan.

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Hasnawir, melalui Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Mustari Tepu, menyampaikan bahwa patroli bersama merupakan wujud komitmen BBKSDA Sulsel dalam menjaga keamanan kawasan hutan konservasi yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus mencegah terjadinya karhutla.

Menurut Mustari, keterlibatan MMP merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran, khususnya selama musim kemarau.

“Patroli bersama ini menjadi upaya preventif untuk memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman sekaligus mendeteksi potensi karhutla sejak dini. Sinergi dengan seluruh pihak perlu terus ditingkatkan agar setiap potensi gangguan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti,” ujar Mustari, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Sementara itu, Kepala Resor TWA Sidrap, Andi Mahmud Alamsyah, menekankan pentingnya sinergi antara BBKSDA Sulsel, pemerintah desa, TNI/Polri, MMP, dan masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Mahmud, koordinasi dan patroli bersama menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi serta mengantisipasi potensi gangguan sejak dini. Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terjadi karhutla di kawasan TWA Sidrap. 

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah membangun pendekatan kepada masyarakat melalui masjid-masjid di sekitar kawasan serta berkoordinasi dengan Kepala Desa Maddenra untuk menyosialisasikan bahaya kebakaran hutan.

“Lokasi kami belum ada kejadian karhutla. Rahasia kami adalah melakukan pendekatan ke masjid-masjid di sekitar kawasan dan koordinasi dengan Kepala Desa Maddenra untuk sosialisasi bahaya kebakaran hutan,” ungkap Mahmud.

TWA Sidrap memiliki luas 246,25 hektare dan menyimpan beragam potensi flora serta fauna yang perlu dijaga kelestariannya. Oleh karena itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah II berharap kolaborasi antara pemerintah desa, TNI/Polri, MMP, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan kawasan, mencegah karhutla, serta memastikan kelestarian sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Melalui patroli terpadu, penguatan koordinasi, dan edukasi kepada masyarakat, BBKSDA Sulsel berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya perlindungan kawasan konservasi agar tetap aman, lestari, dan terjaga bagi generasi mendatang.

Baca Juga
Posting Komentar