Unggul Islami Enterpreneurship

DPL dan Mahasiswa KEMAL FKIP UMMA Ajak Siswa SMAN 5 Maros Belajar Bermakna dan Berinovasi di Era Digital


Mitraindonesia, Maros-Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bersama mahasiswa KEMAL FKIP Universitas Muslim Maros (UMMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 5 Maros. Senin, 2 November 2026. 

Kegiatan ini mengangkat tema “Belajar Bermakna, Berpikir Mendalam, Berinovasi di Era Digital” dan diikuti oleh 25 siswa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang mampu belajar secara aktif, berpikir kritis, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Kegiatan PKM diawali dengan sambutan Kepala SMAN 5 Maros, Amir, S.Pd., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi edukatif oleh Rika Riyanti, S.Pd., M.Pd. selaku DPL yang mengulas pentingnya menciptakan pembelajaran bermakna, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mengoptimalkan potensi siswa melalui pendekatan pembelajaran inovatif.

"Pembelajaran bermakna bukan sekadar proses menerima dan menghafal informasi, melainkan bagaimana siswa mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai persoalan nyata," ujar Rika Riyanti

Lebih lanjut, Ia kemukakan bahwa kemampuan berpikir mendalam (deep thinking) menjadi salah satu poin penting yang ditekankan. 

"Siswa didorong untuk tidak berhenti pada kemampuan memahami informasi, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, mengembangkan gagasan, hingga menemukan solusi terhadap suatu permasalahan," terang Rika Riyanti


Menariknya, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan berbagai platform digital sebagai sarana pendukung pembelajaran, di antaranya ChatGPT, Canva, Pinterest, dan Google Classroom. Berbagai aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi, mengembangkan ide kreatif, membuat media pembelajaran, serta membangun kolaborasi yang lebih efektif.

Namun, pemanfaatan teknologi digital juga perlu diimbangi dengan sikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Teknologi hendaknya menjadi alat untuk memperkuat kemampuan berpikir dan kreativitas, bukan justru menggantikan proses belajar, daya nalar, maupun kemandirian siswa.

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan para siswa SMAN 5 Maros semakin termotivasi untuk menjadi pembelajar yang aktif, kritis, kreatif, dan inovatif. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan di era digital.

Belajar bukan hanya tentang mengetahui lebih banyak, tetapi bagaimana memahami lebih dalam, berpikir lebih kritis, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi kehidupan.


Citizen report : Aswadi Hamid

Baca Juga
Posting Komentar