FKep Unhas Bekali 56 Siswa SMAN 15 Makassar: Kenali dan Respons Dini Kekerasan Seksual lewat SAFE Teen
Mitraindonesia, Makassar — Program Studi Profesi Ners, Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas), menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk *SAFE Teen (Sexual Abuse First Emergency for Teen)* di SMA Negeri 15 Makassar, Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas SMAN 15 Makassar mulai pukul 10.30 WITA ini diikuti 56 siswa.
SAFE Teen merupakan edukasi Community Emergency Care berbasis keperawatan komunitas yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan remaja terhadap risiko kekerasan seksual. Siswa tidak hanya diajak mengenali bentuk kekerasan seksual, tetapi juga dilatih menjaga diri, melapor, dan memberi respons awal yang aman ketika teman sebaya berada dalam situasi darurat.
Empat sesi, empat pemateri
Materi disampaikan secara berurutan oleh empat dosen Fakultas Keperawatan Unhas:
1. Kenali Kekerasan Seksual oleh Nurlaila Fitriani, S.Kep.Ns.M.Kep.Sp.Kep.J, yang membahas pengertian serta bentuk kekerasan seksual secara langsung maupun daring.
2. Risiko dan Dampak Kekerasan Seksual oleh Sri Bintari Rahayu, S.Kep., Ns., M.Kep., yang menguraikan faktor risiko, faktor pelindung, dan dampak kekerasan seksual pada remaja.
3. Lindungi Diri dan Lapor oleh Indra Gaffar, S.Kep., Ns., M.Kep., yang menekankan pentingnya persetujuan (consent), menjaga batas diri di dunia nyata dan digital, serta cara melapor dengan aman.
4. Community Emergency Care oleh Wa Ode Nur Isnah Sabriyati, S.Kep., Ns., M.Kes., selaku ketua tim, yang melatih siswa mengenali tanda bahaya, menerapkan empat langkah respons dini, dan menghubungkan korban dengan layanan kesehatan, psikologis, maupun hukum.
Selain paparan materi, Tim turut menyerahkan media edukasi berupa poster yang mencantumkan kode QR terkoneksi dengan modul siswa SAFE Teen berisi simulasi skenario kasus respon dini dan buku saku digital serta video edukasi SAFE Teen. Siswa juga mengerjakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Kegiatan diakhiri dengan Deklarasi Bersama SAFE Teen SMAN 15 Makassar dan penandatanganan SURAT KOMITMEN BERSAMA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH serta penyerahan plakat Kegiatan.
"Remaja sering menjadi orang pertama yang tahu ketika temannya mengalami kekerasan seksual. Karena itu, kami ingin mereka bukan hanya paham, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan: menjaga diri, menolong teman dengan aman, dan segera menghubungkan korban dengan orang dewasa dan layanan yang tepat" ujar Wa Ode Nur Isnah Sabriyati.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. "Kami menyetujui dan mendukung penuh deklarasi ini. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa. Kami akan memperkuat peran guru BK serta melanjutkan kerja sama dengan Fakultas Keperawatan Unhas" kata Drs. Ahmad, M.Pd selaku Plh Kepala Sekolah SMAN 15.
Berlanjut ke FGD lintas sektor
Kegiatan SAFE Teen akan ditindaklanjuti dengan focus group discussion (FGD) bersama guru Bimbingan Konseling (BK) SMA se-Kota Makassar serta lintas sektor, yakni Dinas Kesehatan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). FGD ini diharapkan memperkuat jejaring rujukan sehingga siswa yang membutuhkan bantuan dapat segera terhubung dengan layanan yang tepat, baik di sekolah, fasilitas kesehatan, maupun aparat penegak hukum.
Melalui SAFE Teen, Fakultas Keperawatan Unhas berharap remaja tidak lagi diam ketika menghadapi atau menyaksikan kekerasan seksual. "Minta tolong bukan tanda lemah" menjadi pesan utama yang dibawa pulang para peserta.



