Sebarluaskan Hasil Penelitian, FAPERTAHUT UMMA Gelar Deseminasi Aren
MI, Maros-Bertempat di Aula Baruga A Kantor Bupati Maros, Fakultas Pertanian Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA) melakukan kegiatan Deseminasi Penelitian Tanaman Aren di Kabupaten Maros pada Selasa, 16 Juli 2024.
Kegiatan deseminasi ini merupakan bagian dari program pemberdayaan berbasis wilayah Tahun 2024 yang akan dipusatkan di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Program ini merupakan kerjasama antara Fakultas Pertanian Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA), Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPELITBANGDA) Kabupaten Maros, Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II, Universitas Hasanuddin (UNHAS), Koperasi Hutan Tanaman (KHT) Ujung Bulu, dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Aren Jaya yang didukung penuh oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMENRISTEK DIKTI).
Turut hadir dalam kegiatan Deseminasi tersebut, Wakil Rektor I UMMA, Bapak Dr. Muhamad Nurjaya, S.Sos., M.Si., Dekan FAPERTAHUT UMMA, Bapak Dr. Andi Nur Imran, S.Hut., M.Si, Ketua Tim Pengabdian Wilayah Tahun 2024, Ibu Dr. Hadija, S.P., M.P., Kepala BAPPELITBANGDA Kabupaten Maros , Bapak Sulaeman Samad, S.IP., M.Si, Perwakilan Dinas Pertanian Maros, BPTH Wilayah II, Mahasiswa dan Dosen UMMA serta beberapa undangan lainnya.
Dalam laporannya, Ketua Tim Pengabdian Wilayah (PW) Tahun 2024, Ibu Dr. Hadija, S.P., M.P. menyebutkan bahwa kegiatan deseminasi penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, khususnya tanaman aren, yang telah dilakukan oleh Dosen dan Mahasiswa Universitas Muslim Maros (UMMA).
Hasil penelitian ini menjadi dasar pengembangan aren sebagai tanaman unggulan di Kabupaten Maros, mengingat potensi aren di Kabupaten Maros adalah yang terbesar ketiga di Provinsi Sulawesi Selatan.
"Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan Integrated Area Development (IAD) berbasis Tanaman Aren sebagai Tanaman Unggulan di Kabupaten Maros," ucap Dr. Hadija, S.P., M.P.
Lebih lanjut Ketua Tim PW Tahun 2024 mencerahkan bahwa dengan adanya pengabdian ini, kami dapat mengeksplorasi lebih jauh potensi tanaman aren dalam penyedian plasma nutfa dan menjadikannya komoditas unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.
"Dengan adanya program ini, diharapkan tanaman aren dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat Desa Bonto Manurung melalui pengembangan tanaman aren yang memiliki potensi ekonomi yang besar, dan kami yakin program ini dapat membantu masyarakat untuk memanfaatkan potensi tersebut,” akhir Dr. Hadija, S.P., M.P.



