Rektor UMMA Buka Secara Resmi, Sosialisasi Model Pembelajaran MKWK Pendidikan Tinggi Berbasis Proyek
MI, Maros - Bertempat di Ruang Pertemuan Kampus 2 Universitas Muslim Maros (UMMA) digelar Sosialisasi Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Tinggi Berbasis Proyek pada Senin, 21 Oktober 2024 yang diikuti sebanyak 45 mahasiswa perwakilan dari 3 Fakultas lingkup UMMA yakni Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (FAPERTAHUT), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Turut hadir dalam acara sosialisasi MKWK tersebut, diantaranya: Rektor UMMA, Ibu Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc., Ph.D, Koordinator Mata Kuliah Umum (MKU) UMMA, Ibu Dr. Ir. Bibiana Rini Widiati Giono, M.P, Kepala Biro Sistem Informasi UMMA, Bapak Hajar, S.E., M.M, Dekan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (FAPERTAHUT), Bapak Dr. Andi Nur Imran, S. Hut., M.Si, Wakil Dekan 1 FAPERTAHUT UMMA, Ibu Dr. Ir. Nirawati, S.Hut., M.Hut., IPM, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMMA, Bapak Hikmah Rusdi, S.Pd., M.Pd., para Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Indonesia dan Studi Islam lingkup UMMA.
Dalam sambutan mukaddimah oleh Rektor UMMA, Ibu Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc., Ph.D, menerangkan bahwa MKWK merupakan Kelompok Mata Kuliah Wajib Kurikulum, yang dibentuk untuk
menyiapkan karakter mahasiswa di perguruan tinggi yakni mahasiswa berkarakter agar dapat mencetak generasi unggul (standard of excellence)
dengan mengembangkan potensi diri (developing self potential) melalui pembelajaran yang fleksibel (flexibility) & mengikuti perkembangan zaman (up to date).
"Dengan MKWK berbasis proyek ini dapat memfasilitasi pembelajaran aktif dalam mengembangkan High Order Thinking Skills (HOTS) yang merupakan suatu proses berpikir mahasiswa dalam level kognitif yang lebih tinggi yaitu kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif, berpikir kritis, kemampuan berargumen, dan kemampuan mengambil Keputusan (menaikkan bargain position) dan mengembangkan ketrampilan kolaboratif (collaborative skills), mengeliminir kesenjangan antara teori (theory) dan praktek (practice) serta dunia akademik dan dunia kerja, mengembangkan kemampuan bekerja tim (team work)," tutur Ibu Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc., Ph.D.
Lebih lanjut Rektor UMMA, menerangkan bahwa melalui pembelajaran berbasis proyek diharapkan makasiswa memiliki 6C diantaranya: kemampuan critical thinking, melakukan analisis, memecahkan masalah, membuat argumen, membuat keputusan berfikir kreatif dan inovatif.
"Semua ini pada akhirnya dapat membangun self-confidence (kepercayaan diri), baik dalam berkomunikasi, mengemukakan pendapat, berbicara di depan audiens, beradu argumentasi yang berdasar maupun dalam bekerja secara tim. Ini menjadi bekal mahasiswa agar siap masuk ke dunia kerja dan menjadi sumberdaya unggul dalam berbagai jenis pekerjaan dan karier," harap Rektor UMMA, Ibu Prof. Nurul Ilmi Idrus, M.Sc., Ph.D.
Citizen report: Aswadi Hamid (Mahasiswa UMMA)



