Mahasiswa KKN-T Unhas Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Ternak Jadi Kompos di Kelurahan Baula
Mitraindonesia, SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk kompos di Kelurahan Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Kelompok Tani, Bapak Ridwan, ini bertujuan mendorong praktik pertanian berkelanjutan sekaligus mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah ternak yang tidak terkelola.
Program ini diinisiasi oleh Indira Andini Putri, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Unhas. Dalam pemaparannya, Indira menyoroti kondisi lahan pertanian warga yang mulai menunjukkan gejala kerusakan akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan secara terus-menerus.
"Masyarakat Kelurahan Baula mayoritas bergerak di sektor pertanian dan peternakan. Di satu sisi, limbah ternak yang tidak dikelola mencemari udara dan air. Di sisi lain, tanah kita mulai 'lelah' karena bahan kimia. Solusinya adalah kembali ke organik," ujar Indira.
Berdasarkan observasi lapangan, rendahnya minat petani terhadap pupuk organik disebabkan oleh faktor efisiensi. Petani cenderung memilih pupuk kimia karena memberikan hasil yang instan dibandingkan pupuk organik yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terlihat hasilnya.
Hal ini diamini oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat, Bapak Sudirman.
"Petani di sini masih jarang menggunakan pupuk organik karena ingin hasil yang instan. Ketergantungan pada kimia memang tinggi," ungkapnya dalam sesi diskusi.
Sebagai solusi praktis, mahasiswa KKN-T Unhas memperkenalkan teknik pengolahan limbah kotoran ternak yang dipadukan dengan biochar dari tongkol jagung. Kombinasi ini diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah secara permanen dan berkelanjutan.
Selain materi teoritis, sosialisasi ini juga menekankan pada:
- Pendampingan teknis: Menunjukkan cara pengolahan yang sederhana.
- Edukasi nilai ekonomi: Menjelaskan bagaimana transisi ke organik dapat mengurangi biaya pembelian pupuk kimia dalam jangka panjang.
- Diskusi interaktif: Masyarakat diberikan ruang untuk berkonsultasi mengenai kendala lahan yang mereka hadapi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kelurahan Baula terhadap pengelolaan limbah meningkat, sehingga tercipta ekosistem pertanian yang lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan.
Citizen report: Indira Andini Putri (Pertanian Unhas)



