Unggul Islami Enterpreneurship

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Menteri LH Serukan "Pertobatan Ekologis" Melalui Gerakan Pemilahan Sampah


MITRAINDONESIA, MAKASSAR–Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 yang jatuh pada  5 uni 2026 menjadi momentum krusial bagi Indonesia untuk melakukan aksi nyata dalam menghadapi triple planetary crisis. Mengusung tema "Act Now for Climate, Saatnya Bekerja untuk Iklim."

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, menyerukan pentingnya "Pertobatan Ekologis" sebagai langkah korektif atas kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

Dalam pesannya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa bumi saat ini sedang tidak dalam kondisi baik-baik saja akibat perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran. Menurutnya, ketiga krisis ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta sosial global.

"Pertobatan ekologis bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah panggilan untuk merenung dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam. Ini adalah kewajiban moral bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," tegas Menteri Jumhur.

Ia menyoroti bahwa persoalan sampah menjadi salah satu manifestasi kerusakan lingkungan paling nyata yang memicu perubahan iklim. Dengan produksi 51 juta ton sampah per tahun di mana 74 persen di antaranya belum terkelola optimal, Indonesia kini menghadapi tantangan darurat sampah.

"Kita harus mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan 'Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga untuk Indonesia ASRI'," ajaknya.

Menteri Jumhur menegaskan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celsius. Hal ini diwujudkan melalui Enhanced NDC 2030 dengan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri, serta strategi jangka panjang LTS-LCCR 2050 menuju pembangunan rendah karbon.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah pusat dan daerah kini terus memperkuat sinergi untuk menjawab tantangan tersebut. Namun, keberhasilan gerakan ini ditegaskan kembali oleh Menteri Jumhur, sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat sebagai garda terdepan.

"Mari tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah climate leader. Dimulai dari tindakan kecil di lingkungan terkecil, yaitu rumah masing-masing. Let's Act Now for Climate," pungkasnya pada Rangkaian HLH 2026 pada Sabtu, 6 Juni..


Sejalan dengan seruan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar merespons agenda nasional ini dengan menggelar aksi "Indonesia Bersih" dan kerja bakti serentak. 

Puncak peringatan di Makassar dipusatkan di Balai Kota dan Makassar Creative Hub (MCH), dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri "Appi" Arifuddin beserta jajarannya.

Hadir juga Kepala Balai Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi, Muhammad Ihsan beserta jajarannya dan ratusan masyarakat kota Makassar di Balaikota Makassar pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan diawali dengan plogging (olahraga sambil memungut sampah) yang melibatkan ratusan masyarakat. Selain kerja bakti, Pemkot Makassar turut memperkenalkan solusi teknologi lingkungan melalui peluncuran Reverse Vending Machine (RVM) serta edukasi pengelolaan sampah 3R (Reuse, Reduce, Recycle).

Dengan mengusung semangat “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong berbagai gerakan edukasi dan aksi lingkungan guna menciptakan kota yang lebih bersih, hijau, dan sehat bagi generasi mendatang.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, masyarakat diharapkan semakin sadar untuk memulai perubahan dari diri sendiri dan menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.




Baca Juga
Posting Komentar