Unggul Islami Enterpreneurship

Tim PkM Unhas Gandeng PKK Selayar Sulap Sisa Dapur Jadi Eco-Enzyme dan Benih Buah


Mitraindonesia, Selayar– Masalah pengelolaan sampah di wilayah kepulauan kerap menjadi tantangan pelik yang membutuhkan solusi jangka panjang. Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menggelar program pendampingan bertajuk "Penerapan Ekonomi Sirkuler Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Komunitas" di Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Selayar, 

Ketua Tim PPMU-PkM Unhas, Dr. Ir. Darhamsyah, M.Si., menegaskan bahwa edukasi ini bertujuan memutus rantai linear pengelolaan sampah konvensional—kumpul, angkut, buang—menjadi siklus sirkuler yang produktif.

"Sampah selama ini dianggap sebagai residu akhir yang mengotori lingkungan. Melalui pendekatan ekonomi sirkuler, kita mengedukasi Ibu-ibu PKK bahwa apa yang keluar dari dapur bisa diputar kembali menjadi nilai ekonomi di pekarangan. Ini adalah langkah nyata mewujudkan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan skala domestik," ujar Dr. Darhamsyah di lokasi kegiatan, Minggu, 28 Juni 2026.

Sebagai fondasi awal sebelum memasuki tahapan praktik, para peserta terlebih dahulu dibekali dengan teori pemilahan sampah rumah tangga. Edukasi ini memegang peranan krusial agar kader PKK mampu mengenali dan memisahkan jenis limbah organik, anorganik, dan residu secara mandiri langsung dari sumber utamanya, yakni dapur keluarga.

Setelah pemahaman pemilahan sampah terbentuk, pada sesi praktik, peserta diajarkan metode fermentasi sederhana untuk membuat eco-enzyme. Dengan mencampurkan sisa kulit buah atau sayuran mentah dengan air dan molase (gula merah), masyarakat dapat menghasilkan cairan kaya manfaat dalam waktu beberapa bulan. Cairan eco-enzyme ini diperkenalkan sebagai produk multifungsi yang bernilai tinggi, bisa digunakan sebagai pupuk cair alami, pembersih lantai ramah lingkungan, hingga hand sanitizer alami.

Selain pengolahan sampah basah, warga juga dibekali wawasan mengenai pemanfaatan lahan pekarangan. Mengiringi materi tersebut, Ibu-ibu kader PKK mempraktikkan langsung cara memisahkan, mengeringkan, dan menyemai biji sisa buah konsumsi ke dalam media tanam. Langkah taktis ini bertujuan menyulap ruang kosong di sekitar rumah menjadi area tanam produktif dan lumbung pangan keluarga yang mandiri.

Agar keberlanjutan program ini tetap terjaga, pelaksanaan kegiatan dikawal langsung oleh tim pakar multidisiplin dari Unhas. Selain Dr. Darhamsyah selaku ketua, program ini digerakkan oleh anggota tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Rahmadanih, M.Si., Dr. Ariady Arsal, S.P., M.Si., Dr. Wadzibah Nas, S.E., M.M., dan Dr. Andi Muliarni Okasa, S.P. Anggota tim turun tangan mendampingi masyarakat, guna memastikan Rencana Aksi Komunitas berjalan konsisten.

Perwakilan TP PKK Kelurahan Benteng Utara menyatakan rasa optimisnya terhadap keberlanjutan program ini.

“Pelatihan hari ini sangat dekat dengan keseharian kami di dapur. Mendapatkan teori pemilahan sampah, lalu mempraktikkan langsung pembuatan eco-enzyme serta menanam benih dari buah yang kita makan ternyata mudah dan murah. Kami berkomitmen untuk mengawal gerakan pemanfaatan pekarangan ini agar Kelurahan Benteng Utara bisa mandiri pupuk dan bebas sampah organik," tegasnya.

Melalui kolaborasi erat antara akademisi Universitas Hasanuddin dan komunitas penggerak wanita di Kabupaten Selayar, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi cetak biru (blueprint) pengelolaan lingkungan hidup berbasis komunitas yang mandiri dan dapat direplikasi di wilayah kepulauan lainnya di Indonesia.

Baca Juga
Posting Komentar