Ketika Allah Hadir Membersamaimu
Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Nuyorki
OPINI-"Jika Allah bersamaku, maka aku tak kehilangan apa pun. Jika Allah meninggalkanku, maka aku tak memiliki apa pun dan kehilangan segalanya."
Ada nilai hidup yg tak terukur dengan ukuran material, tingkat jabatan, atau kuatnya pengaruh. Semua itu bisa datang dan bisa pergi setiap saat. Namun ada satu hal yang menjadi ukuran segalanya: hadirnya Allah dalam hidup.
Di saat Allah hadir membersamai seorang hamba dengan kasih sayang, hidayah, dan pertolongan-Nya, maka kehilangan berubah menjadi pelajaran dan nilai, kesempitan menjadi kelapangan, bahkan kesedihan berubah menjadi benih kebahagiaan.
Kehadiran Allah dalam hidup kita membebaskan hati dari ketergantungan kepada makhluk. Manusia boleh jadi mengecewakan, dunia boleh berubah, dan harapan boleh tertunda.
Tapi Allah tak pernah menyia-nyiakan hambaNya yang yakin dan penuh tawakkal. Hati yang mengenal Rabb-nya tak mudah rapuh, karena sandarannya adalah Zat Yang Maha hidup dan tak pernah lalai.
Hidup dalam kebersamaan dengan Allah bukan hidup tanpa ujian, melainkan keyakinan bahwa setiap ujian berada dalam genggaman Dia yang menguasai dan mengontrol segalanya.
Di saat pintu-pintu dunia terasa tertutup, seorang mukmin tetap melihat satu pintu yang selalu terbuka: pintu doa, sujud, dan tawakal. Akan lahir ketenangan yang tak dapat dibeli oleh apa pun.
Jangan terlalu sibuk mengejar dunia hingga kehilangan Allah. Sebab siapa yg menemukan Allah, ia telah menemukan hal yang paling berharga.
Siapa yang kehilangan Allah dari hatinya, meski menggenggam seluruh dunia, sungguh ia hidup dalam kemiskinan yang paling sunyi. Kebahagiaan sejati bukanlah memiliki yang banyak, tetapi memiliki Allah yang mencintai-Nya.



