Patroli KHDTK Diklat Kehutanan Mengkedek: Menjaga Kawasan, Membaca Potensi
Mitraindonesia, Makassar--Hamparan perbukitan yang didominasi semak dan alang-alang membentang di kawasan KHDTK Diklat Kehutanan Mengkendek. Di balik lanskap yang terbuka dan berdekatan dengan permukiman masyarakat tersebut, tersimpan berbagai potensi sumber daya yang dapat dikembangkan sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi untuk menjaga kelestarian kawasan.
Dalam upaya memastikan kondisi kawasan tetap aman dan terjaga, Tim Pengelola KHDTK Diklat Kehutanan Mengkendek melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengamanan kawasan melalui patroli lapangan pada 23–24 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan langsung terhadap kondisi aktual kawasan, termasuk potensi sumber daya, potensi gangguan keamanan, serta tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
Sebelum pelaksanaan patroli, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan KPH Saddang I dan Kantor Pertanahan/BPN Kabupaten Tana Toraja di Makale.
Koordinasi juga dilakukan bersama Pemerintah Lembang Marinding, mengingat secara administrasi wilayah KHDTK Diklat Kehutanan Mengkendek berada dalam wilayah Lembang Marinding.
Kolaborasi lintas pihak ini menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman mengenai kondisi kawasan serta memperkuat sinergi dalam menjaga dan mengelola KHDTK secara berkelanjutan.
Selama kegiatan patroli, tim didampingi oleh masyarakat setempat dan Ketua RT Lembang Marinding. Kehadiran masyarakat tidak hanya membantu tim dalam mengenali kondisi lapangan, tetapi juga mencerminkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah bagian kawasan untuk mengamati kondisi tutupan lahan, mengidentifikasi potensi sumber daya, serta memantau kemungkinan adanya gangguan atau aktivitas yang dapat memengaruhi keamanan kawasan. Selain itu, tim juga melakukan identifikasi terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami kebakaran hutan.
Kedekatan kawasan KHDTK dengan permukiman menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tutupan lahan yang masih didominasi semak belukar dan alang-alang dapat meningkatkan kerawanan kebakaran, terutama pada musim kering ketika vegetasi mudah mengering dan cepat terbakar.
Oleh karena itu, kegiatan pemantauan dan patroli secara berkala menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan serta perlindungan kawasan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, hasil pengamatan lapangan juga menunjukkan adanya potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung keberlanjutan kawasan dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Beberapa aliran sungai kecil yang ditemukan di dalam kawasan berpotensi menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan secara bijaksana dan berkelanjutan.
Selain itu, bentang perbukitan dengan panorama alam yang khas, dipadukan dengan hamparan alang-alang, memiliki daya tarik yang berpotensi dikembangkan sebagai objek wisata alam. Pengembangan potensi tersebut tentunya perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang dengan tetap memperhatikan fungsi kawasan, kelestarian lingkungan, serta keterlibatan masyarakat setempat.
Saat ini, di kawasan KHDTK Diklat Kehutanan Mengkendek juga sedang dilaksanakan kegiatan rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon Eucalyptus. Program rehabilitasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi tutupan lahan dan meningkatkan fungsi ekologis kawasan, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi bagi masyarakat di sekitar KHDTK pada masa mendatang.
Melalui pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, keberadaan tanaman Eucalyptus berpotensi menjadi salah satu sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan patroli selama dua hari tersebut menunjukkan bahwa perlindungan kawasan tidak hanya berkaitan dengan upaya mencegah pelanggaran atau mengantisipasi kebakaran. Lebih dari itu, patroli menjadi sarana untuk memahami kondisi nyata kawasan, mengenali potensi yang dimiliki, serta membangun kerja sama antara pengelola, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dengan sinergi dan keterlibatan berbagai pihak, KHDTK Diklat Kehutanan Mengkendek diharapkan dapat terus terjaga sebagai kawasan pendidikan dan pelatihan kehutanan yang aman, lestari, produktif, serta mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.



