Tingkatkan Efektivitas Teknik dan Cegah Cedera, Dosen FIKK UNM Beri Edukasi Biomekanika Atlet Karate INKANAS Sulsel
Mitraindonesia, Makassar — Tim dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (FIKK UNM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa edukasi biomekanika bagi para atlet Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Sulawesi Selatan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kegiatan bertema “Edukasi Biomekanika bagi Atlet Karate untuk Meningkatkan Efektivitas Teknik dan Mencegah Risiko Cedera” ini bertujuan mengintegrasikan ilmu biomekanika, kepelatihan, dan fisioterapi guna mendukung pembinaan atlet secara terukur, aman, dan berbasis ilmu pengetahuan (sports science).
Program pengabdian ini dipimpin oleh Irfan Yunus (dosen PJKR FIKK UNM) bersama dua dosen Fisioterapi FIKK UNM, yakni Andi Ummul Hairi dan Mariyal Kibtia.
Selama kegiatan, para atlet INKANAS Sulsel mendapatkan pemahaman teknis mendalam mengenai prinsip dasar biomekanika gerak, posisi tubuh, kontrol keseimbangan, pusat massa, penggunaan gaya, hingga koordinasi gerak yang efisien.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, para atlet juga menjalani sesi pengamatan, analisis gerakan, serta latihan korektif secara langsung. Pendekatan ini dirancang agar atlet dapat mengevaluasi dan memperbaiki teknik gerakan yang kerap dilakukan saat latihan sehari-hari.
Pelaksanaan PkM ini berhasil membawa perubahan positif signifikan pada tingkat pemahaman dan praktik para atlet. Sebelum pendampingan, sebagian besar atlet cenderung hanya berfokus pada kecepatan dan kekuatan fisik tanpa mempertimbangkan efisiensi mekanis maupun risiko cedera.
Setelah mengikuti program ini, para atlet mulai memahami bahwa efektivitas teknik Karate juga ditentukan oleh arah gaya, timing, koordinasi, dan pengontrolan gerak. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan perhatian atlet terhadap kualitas gerakan, pengendalian beban latihan, kebiasaan pemanasan, serta pencegahan cedera.
Agar dampak positif ini bertahan jangka panjang, tim pengabdi mendorong para atlet dan pelatih untuk terus menerapkan prinsip biomekanika dan latihan korektif secara konsisten dalam sesi latihan rutin. Keberlanjutan hasil ini dinilai sangat bergantung pada pengawasan pelatih dan evaluasi teknik yang berkala.
Selain mendukung peningkatan prestasi olahraga di Sulawesi Selatan, kegiatan pengabdian ini juga menjadi wujud nyata komitmen FIKK UNM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan cedera atlet, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan ilmiah yang aplikatif.



