Unggul Islami Enterpreneurship

Aksi Bebas Sampah Karaenta, Langkah Nyata Jaga Hutan Tetap Lestari


Mitraindonesia, Maros-Menjaga hutan bukan hanya tentang menanam pohon dan melindungi satwa liar. Memastikan hutan tetap bersih dari sampah juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelestarian ekosistem.

Semangat itulah yang kembali diwujudkan oleh Resor Pattunuang bersama Tim Kerja Sanctuary Tarsius dan Macaca serta Personil SPTN Wilayah II Cenrana dengan melibatkan siswa PKL SMK Kehutanan Mamasa, melalui kegiatan Aksi Bebas Sampah pada Rabu, 23 September 2026 di Hutan Karaenta, Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. 

Kegiatan ini menjadi aksi nyata bersama untuk mengurangi, mencegah, sekaligus membersihkan sampah yang mencemari kawasan hutan. Tidak sekadar membersihkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus edukasi kepada masyarakat agar turut menjaga Hutan Karaenta.

Dalam aksi tersebut, tim berhasil mengumpulkan sekitar 30 karung sampah. Pembersihan dilakukan pada area Kelompok D Macaca maura Site Karaenta, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran sampah di sepanjang sisi jalan, mulai dari Kelompok G hingga Kelompok A Macaca Maura Site Karaenta.

Beragam jenis sampah ditemukan di lapangan. Mulai dari sampah plastik, popok bayi, styrofoam, limbah kaca hingga sampah elektronik. Keberadaan sampah-sampah tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di kawasan hutan membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama.

Aksi Bebas Sampah Karaenta tidak berhenti pada kegiatan memungut dan mengangkut sampah. Tim juga melakukan sosialisasi langsung kepada pengguna jalan agar tidak membuang sampah sembarangan di kawasan hutan.

Pesan tersebut diperkuat melalui pemasangan spanduk larangan membuang sampah pada sejumlah titik strategis yang mudah dilihat oleh pengguna jalan.

Kepala Resor Pattunuang, Surapil, S.Hut., menegaskan bahwa kebersihan kawasan hutan Karaenta merupakan tanggung jawab bersama.

“Hutan Karaenta bukan tempat untuk membuang sampah. Hutan adalah ruang hidup bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar. Karena itu, menjaga kebersihannya merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di sekitar kawasan dapat membawa kembali sampahnya dan tidak meninggalkannya di dalam hutan.” ucap Surapil


Sementara itu, Koordinator Tim Kerja Sanctuary Tarsius dan Macaca, Kama Jaya Shagir, S.Hut., M.Hut., menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan upaya konservasi satwa liar.

Kawasan Karaenta merupakan habitat berbagai jenis satwa, sehingga keberadaan sampah, khususnya sampah plastik dan bahan-bahan yang sulit terurai, perlu diminimalkan.

“Konservasi tidak hanya berbicara tentang satwa, tetapi juga tentang habitatnya. Ketika habitat bersih dan terjaga, kita ikut menciptakan kondisi lingkungan yang lebih baik bagi satwa liar. Karena itu, Aksi Bebas Sampah Karaenta menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem secara utuh,” jelas Bang Jack, sapaan akrabnya. 

Aswadi Hamid, salah satu anggota Tim, mengapresiasi keterlibatan siswa SMK Kehutanan Mamasa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk kepedulian dan karakter generasi muda kehutanan.

"Aksi Bebas Sampah Karaenta menjadi gambaran bahwa menjaga kawasan konservasi membutuhkan kolaborasi. Petugas, pelajar, masyarakat dan pengguna jalan memiliki peran masing-masing dalam memastikan hutan tetap bersih dan lestari", ucap Aswadi Hamid. 


Citizen report : Aswadi Hamid, S.P.

Baca Juga
Posting Komentar